PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PADA PASIEN MENARIK DIRI SEBELUM DAN SESUDAH TAKS SESI II

Posted on : Juni 4, 2014 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |
ABSTRAK
 
Ada beberapa jenis terapi yang dapat digunakan untuk pemulihan klien gangguan jiwa dengan masalah utama menarik diri adalah terapi modalitas termasuk didalamnya terapi aktifitas kelompok (TAKS). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif Cross Sectional dengan menggunakan uji Mann-Whitney untuk mencari perbedaan kemampuan komunikasi yang mendapat TAKS dan tidak mendapat TAKS pada klien dengan menarik diri di Instalasi Rawat inap RSJKO Soeprapto Daerah Bengkulu. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 30 orang terdiri dari15 orang yang mendapatkan TAKS dan 15 orang yang tidak mendapat TAKS, teknik sampel yang digunakan purposive sampling. Data yang diolah kemudian diinterpretasikan ke dalam analisa univariat yaitu sebagian besar kemampuan komunikasi responden sebelum dilakukan TAKS 21 (70%) tidak baik. Sebagian besar kemampuan komunikasi responden sesudah dilakukan TAKS 18 (60%) tidak baik. Sebagian besar kemampuan komunikasi responden terdapat perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan TAKS dengan nilai p_ value sebesar 0.001, dimana pasien yang mendapat TAKS mempunyai rata- rata kemampuan komunikasi sebesar -.567. Diharapkan dapat meningkatkan TAKS dan  melakukan penelitian faktor-faktor yang dapat memotifasi klien untuk menjalani TAKS.
Kata Kunci          : Kemampuan Komunikasi, TAKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd