KNOWLEDGE CREATING COMPANY – POLA KREASI PENGETAHUAN PEGAWAI BIDANG SUMBER DAYA ALAM DAN TEHNOLOGI TEPAT GUNA DI LINGKUNGAN BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA PROVINSI

Posted on : Juni 18, 2014 | post in : HASIL PENELITIAN |6 Replies |
PATTERN CREATIONOF KNOWLEDGE (KNOWLEDGECREATING COMPANY) EMPLOYEES  OF  NATURAL RESOURCES  AND TECHNOLOGY  RIGHT TO  THE  ENVIRONMENT  AGENCY FOR EMPOWERMENT COMMUNITY
AND GOVERNMENT VILLAGE  PROVINCE
ABSTRACT
Preliminary investigation by conducting unstructured interviews, with employees of the Community Empowerment Board and the Village Administration Division of Natural Resources and Appropriate Technology, said that the difficulties experienced new officer / junior in the adaptation and improve knowledge and skills in their work is not yet in Arm adequate knowledge, and to a more senior employee reluctance to share knowledge and skills. This study aims to look at Knowledge Creation Pattern Description employees in the field office of Appropriate Technology in Community Empowerment Board and the Village Administration Bengkulu Province. In writing this using descriptive method is a method to study the status of a group of people, an object, a condition, a system of thought, or a class of events in the present. The population in this study were employees of Natural Resources and the Office of Appropriate Technology for Community Empowerment Board and the Village of Bengkulu province, amounting to 17 people. The entire population of a unit of analysis, so this study uses census method. Then conducted interviews with 2 people informant to support the research results from distributing the questionnaire conducted. Then the interview data were analyzed using qualitative data analysis. The results imply that the pattern of creation emulate / learn and practice low, the pattern of creation creations and Produce Documents Studying low, and lower articulating creation pattern and the pattern of internalization creations quite well.

Simak
Keywords:  Knowledge-Creating Company
RINGKASAN
Survey pendahuluan dengan melakukan wawancara tidak terstruktur, dengan pegawai Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, mengatakan bahwa kesulitan yang di alami pegawai baru/yunior di dalam penyesuaian diri dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam bekerja adalah mereka belum di bekali pengetahuan yang memadai, dan ke engganan pegawai yang lebih senior untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan. Hal lain yang ikut memperburuk keadaan adalah sikap atasan penilai yang kurang mendukung program knowledge-creating company, mereka tidak pernah acuh pada prilaku anak buah mereka (para penilai) yang tidak secara sungguh-sungguh melaksanakan penilaian kinerja untuk pengembangan sumber daya manusia. Untuk pengembangan sumber daya manusia itu maka penulis berfikir untuk mencoba mengembangkan sistem pola kreasi pengetahuan pegawai (knowledge-creating company), dimana proses penilaian seperti yang selama ini dilakukan hanya merupakan bagian dari serangkaian proses pengembangan pegawai atau pegawai yang dilakukan sepanjang periode penilaian. Di dalam pelaksanaannya akan melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dan atau pengaruh terhadap pengembangan pegawai atau pegawai didalam organisasi, termasuk pegawai atau pegawai itu sendiri, sehingga berbekal informasi yang dimiliki dapat dengan cepat dan terus meningkatkan nilai (value) sumber daya manusia yang dimiliki sesuai dengan tuntutan kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Diskripsi Pola Kreasi Pengetahuan (Knowledge-Creating Company) pegawai di Bidang Teknologi Tepat pada kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bengkulu.
Pola kreasi pengetahuan mencakup: Apprentice. Pola ini umumnya terjadi secara natural di dalam perusahaan/organisasi pada saat seorang staf yunior tersebut akan mengamati apa saja yang dilakukan oleh sang senior, meniru, mepelajarinya dan berlatih melakukan hal-hal yang telah ditunjukkan oleh seniornya. Pola ini dapat terjadi untuk pembelajaran keahlian teknis ataupun hal-hal yang lebih bersifat konsep seperti kebiasaan-kebiasaan dalam perusahaan. Si yunior akan membangun pengetahuan tacit-nya sendiri dari pengamat,pengamatan yang dilakukan atas prilaku sang senior yang merupakan pencerminan pengetahuan tacit-nya sendiri. Pola seperti ini cukup efektif untuk mentor masing-masing pribadi, tetapi tidak dapat berkontribusi secara signifikan kepada seluruh perusahaan. Combine. Pola ini terjadi pada saat seorang staf membaca dokumen-dokumen yang ada seperti laporan dan studi kasus perusahaan untuk kemudian menghasilkan dokumen baru yang merangkum serta bersisi gagasan-gagasan baru. Demikian pula penciptaan pengetahuan eksplisit baru dari pengetahuan explicit yang telah ada. Articulateperusahaan/organisasi  harus dapat memfasilitasikan proses pembelajaran
dimana para knowledge-worker harus dapat mengartikulasikan pengetahuna yang dimiliki dan menyimpannya untuk kemudian didistribusikan ke seluruh anggota organisasi.
Internalize. Staf  lain akan membaca pengetahuan dan mulai menginternalisasikannya ke dalam pengetahuannya. Hasilnya adalah pengetahuan yang lebih luas dari sebelumnya.
Dalam  penulisan ini menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu system pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat  dan Desa Provinsi Bengkulu yang berjumlah 17 orang. Keseluruhan populasi menjadi unit analisis, sehingga penelitian ini menggunakan metode sensus. Kemudian dilakukan wawancara dengan 2 orang informan untuk mendukung hasil penelitian dari penyebaran kuesioner yang dilakukan.
Analisa deskriptif dilakukan untuk melihat gambaran Pola Kreasi Pengetahuan pada Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Bengkulu di tinjau dari Apprentice, Combine, Articulate, Internalize. Fungsi analisis ini adalah menyederhanakan atau meringkas kumpulan data hasil pengukuran sedemikian rupa sehingga kumpulan data tersebut berubah menjadi informasi yang berguna. Peringkasan tersebut dapat berupa ukuran-ukuran table atau grafik.
Kemudian data hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis data kualitatif: aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh, sebagai berikut: Data reduction yaitu: merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan hal-hal yang penting dicari tema dan polanya, dengan reduksi maka peneliti merangkum, mengambil data yang pokok dan penting, Data display yaitu: penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk narasi, sehingga data yang diperoleh tentang Pola Kreasi Pengetahuan / knowladge management pada Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Bengkulu tersusun dalam pola hubungan sehingga lebih mudah untuk dipahami, dan Data conclusion drawing/verification yaitu: penarikan kesimpulan dan verifikasi. Data yang diperoleh dari reduksi dan display dipilih mana yang akan diambil dan mana yang akan kita  buang sehingga didapat data tentang Pola Kreasi Pengetahuan / knowladge management pada Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Bengkulu.
Hasil penelitian mengimplikasikan bahwa pola kreasi Apprentice (Meniru/mempelajari dan berlatih) rendah, pola kreasi kreasi Combine (Mempelajari dan Menghasilkan Dokumen) rendah, dan pola kreasi Articulate/Mengartikulasikan rendah serta pola kreasi Internalize/internalisasi cukup baik. Hal ini dikarenakan pegawai tidak mempelajari dan menghasilkan dokumen perumusan kebijakan fasilitas pelaksanaan rehabilitasi dan konservasi sumber alam desa dan tidak mempelajari dan menghasilkan dokumen perumusan kebijakan  teknis fasilitasi pengkajian teknologi tepat guna, pegawai tidak pernah meniru/mempelajari dan berlatih perumusan kebijakan  teknis fasilitasi pengkajian Teknologi Tepat Guna, dan pegawai tidak pernah mengartikulasikan perumusan kebijakan teknis fasilitasi pengkajian Teknologi Tepat Guna serta pegawai kadang-kadang mengartikulasikan perumusan kebijakan teknis fasilitasi pengkajian Teknologi Tepat Guna”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kreasi Apprentice (Meniru/mempelajari dan berlatih) pada Pegawai Bidang Sumber Daya Alam dan Tehnologi Tepat Guna di Lingkungan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bengkulu rendah, pola kreasi pola kreasi Combine (Mempelajari dan Menghasilkan Dokumen) pada Pegawai Bidang Sumber Daya Alam dan Tehnologi Tepat Guna di Lingkungan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bengkulu rendah, dan pola kreasi pola Articulate/Mengartikulasikan pada Pegawai Bidang Sumber Daya Alam dan Tehnologi Tepat Guna di Lingkungan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bengkulu rendah serta pola kreasi pola Internalize/internalisasi pada Pegawai Bidang Sumber Daya Alam dan Tehnologi Tepat Guna di Lingkungan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bengkulu cukup baik.
Kata Kunci: Pola Kreasi Pengetahuan

6 Comments

  1. Galih berkata:

    informasi ini bagus, skarang pngetahuan saya mnjdi lbih bnyak, setelah membaca artikel sobat.

  2. uggug.info berkata:

    The topic is the main focus of her latest e book, The Healthy Life,
    that explores how Miss Sepel healed her body though meals.

  3. What’s up to every , for the reason that I am genuinely eager
    of reading this website’s post to be updated regularly.
    It contains pleasant material.

  4. Great offers on NFL Jerseys,Caps,Shirts,Apparel and Fan Gear.The wholesale NFL Merchandise pro shop, sale sports of America football goods:
    NFL draft jerseys,Nike T-shirts. From: NFL Store – Cheap Offers on Jerseys

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd