Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Dengan Budaya Kerja Perawat Di Ruang ICU

Posted on : Juli 3, 2014 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

ABSTRAK

Budaya adalah suatu cara kita dalam melakukan sesuatu. Perawat dalam menjalankan tugas dan pekerjaan tidak terlepas dari budaya yang telah tercipta dan berkembang ditempat kerja. Budaya kerja merupakan cara seorang dalam melaksanakan pekerjaan berdasarkan adat, pikiran dan kebiasaan yang ada. Untuk menciptakan budaya kerja yang baik, sangat tergantung dari peran seorang pemimpin.
Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi orang lain melalui pola perilaku yang diperlihatkannya. Pola perilaku yang tampak oleh setiap orang tidak persis sama, maka gaya kepemimpinan yang diperlihatkan tidak sama pula. Penelitian dilaksanakan Di Ruang ICU RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan budaya kerja perawat Di Ruang ICU RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dengan menggunakan desain penelitian deskriptif jenis korelasional, jumlah sampel 16 orang perawat Di Ruang ICU RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu.  Analisa data yang digunakan univariat untuk menggambarkan variabel independent dan variabel dependent melalui distribusi frekuensi dan analisa bivariat untuk melihat hubungan variabel independentdan variabel dependent dengan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil analisa menunjukkan bahwa ada 8 (50%) perawat mengatakan gaya kepemimpinan tidak diterapkan dan 8 (50%) perawat lainnya mengatakan gaya kepemimpinan diterapkan dan 11 (68,8%) perawat memiliki budaya kerja yang kurang dan 5 (31,3%) perawat memiliki budaya kerja baik. Dan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan budaya kerja perawat Di Ruang ICU RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu yang didapat dari nilai contingency coefficient = 0,559 dengan approx sig = 0,007 < 0,05 dan hubungan tersebut tergolong sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa budaya kerja perawat Di Ruang ICU RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu mayoritas kurang dan gaya kepemimpinan kurang diterapkan oleh kepala ruangan. Dengan demikian diharapkan kepala ruangan dapat lebih menerapkan gaya kepemimpinannya dalam mempengaruhi, menggerakkan dan mengerahkan perawat untuk meningkatkan budaya kerja mereka.    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd