Analisis Kesiapan Pelaksanaan Pelayanan Informasi Obat

Posted on : Januari 25, 2015 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

ABSTRAK

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh apoteker untuk memberikan informasi secara akurat, tidak bias, dan terkini kepada dokter, apoteker, perawat, profesi kesehatan lainnya dan pasien. Pelayanan Kefarmasian hanya sebatas memberikan informasi obat seperti dosis pemakaian obatnya saja dan hanya dilakukan oleh asisten apoteker dan pasien ada yang mendapatkan dan ada yang tidak mendapatkan informasi obat dari petugas farmasi. Petugas farmasi hanya memberikan informasi obat pada obat obat tertentu saja. Penelitian ini bertujuan diketahuinya Kesiapan Pelaksanaan PIO di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara TK.III Polda Bengkulu Tahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber informasi 3 orang informan. Analisis data Kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas melalui tahapan Reduksi Data, Penyajian Data, dan Menarik Kesimpulan/Verifikasi.Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan Triangulasi sumber dan Triangulasi Teknik. Hasil penelitian Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Polda Bengkulu siap untuk Pelaksanaan PIO, namun masih perlu melakukan perbaikan, Kurangnya Sumber Daya Manusia untuk menangani PIO sudah cukup tetapi tenaga farmasi yang ada harus terbagi tugasnya untuk memberikan pelayanan di Apotik pada pasien rawat inap dan rawat jalan, belum adanya metode khusus untuk memberikan pelayanan PIO kepada pasien karena baru memiliki Standar Operasional Prosedur dan pustaka yang masih sedikit dan media yang kurang untuk mendukung pelayanan, dan sarana dan prasarana yang belum memadai, dimana belum adanya CD dan in focus untuk menjelaskan kepada pasien dalam hal penggunaan obat untuk memberikan penjelasan kepada pasien, selain itu juga belum tersedianya ruangan konsultasi khusus untuk memberikan penjelasan kepada pasien serta anggaran yang disediakan belum maksimal untuk menambah atau mempersiapkan keperluan keperluan PIO di Instalasi Farmasi. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan, maka perlu disarankan untuk menambah tenaga kefarmasian, pustaka, sarana dan prasarana dalam Pelaksanaan PIO yang masih kurang, untuk dapat menyiapkan ruangan konsultasi khusus untuk PIO agar pasien lebih nyaman dalam berkonsultasi dan untuk menambah anggaran agar kebutuhan yang diperlukan dalam kesiapan Pelaksanaan PIO agar pelayanan yang diberikan kepada pasien dapat lebih baik.

Kata Kunci: Pelayanan Informasi Obat (PIO), Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd