ANALISIS DISIPLIN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

Posted on : Maret 13, 2015 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

ABSTRAK

 Permasalahan lain yang terjadi di lingkungan Biro Organisasi Dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu sendiri sering terjadi pelanggaran berkaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS, namun pelanggaran yang sering terjadi adalah sering terlambatnya Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu masuk kantor dan tidak hadir tanpa keterangan pada jam kerja. Kondisi di atas merupakan salah satu indikasi masih rendahnya disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil dalam menjalankan kewajiban dan mematuhi larangan yang ada pada Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui Disiplin Pegawai pada Biro Organisasi Dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Disiplin Pegawai pada Biro Organisasi Dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu.

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, Informan dalam penelitian Pegawai Negeri Sipil Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu yaitu: 1 orang Kepala Biro, 1 orang Kepala Bagian, 3 Orang Kepala Sub Bagian, dan 2 orang staf  serta 3 orang pegawai yang tidak disiplin dalam melaksanakan pekerjaan.

Hasil penelitian Disiplin kerja pegawai masih rendah, hal ini tercermin dari masih adanya pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, terlambat datang ke kantor, tidak taat pada peraturan kerja seperti 3 orang pejabat eselon 4 belum mengikuti pendidikan dan latihan pim 4, belum menggunakan atribut kepangkatan sesuai dengan peraturan Gubernur No 14 tahun 2013, dan tidak mengikuti Sistem Operasional Prosedur yang ada seperti pengurusan kenaikan pangkat dan mengurus surat cuti yang dalam penyelesaianya tidak sesuai waktu yang tertera pada Sistem Operasional Prosedur.

Kepada Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu hendaknya dapat menyarankan  pada pejabat eselon empat yang belum mengikuti pendidikan dan latihan pim empat , sesuai dengan peraturan yang ada untuk memegang jabatan eselon empat, menerapkan sanksi yang tegas pada pegawai yang sering tidak masuk tanpa keterangan, sering terlambat masuk kerja, dan kurang memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan. Selain itu diharapkan dapat dilakukan pembinaan pembinaan kepeda pegawai yang tidak disiplin maupun tidak mentaati peraturan pekerjaan yang ada, dan melalui kabag dan kasubag untuk membina atau mengawasi pelaksanaaan pekerjaan usulan kenaikan pangkat dan mengurus surat cuti, agar dalam pelaksanaanya dapat sesuai dengan prosedur yang ada.

Kata Kunci: Disiplin, Kehadiran, Ketaatan Peraturan Kerja, Ketaatan Prosedur Kerja, Tingkat Kewaspadaan Tinggi, Bekerja Etis

RINGKASAN

Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hasil observasi peneliti lapangan dilihat dari kewajiban dimana PNS di lingkungan Biro Organisasi Dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu tidak masuk kerja tanpa keterangan dan tidak mentaati ketentuan jam kerja, selain itu kurangnya menjaga dalam menggunakan dan memelihara barang-barang dalam melaksanakan pekerjaan.

Selain itu dilihat dari larangan selama ini masih ada PNS menerima pemberian agar pekerjaan cepat selesai, sanksi hukuman yang diberikan pada PNS yang melanggar hanya diberi pembinaan lisan dan tidak dalam bentuk berita acara. Pelaksanaan pembinaan lisan ini dilakukan oleh atasan langsung, namun dalam pelaksanaannya dari Kepala Sub Bagian ke Staf belum optimal dikarena masih melanggar saat diberi teguran. Permasalahan lain yang terjadi di lingkungan Biro Organisasi Dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu sendiri sering terjadi pelanggaran berkaitannya dengan pelanggaran disiplin PNS, namun pelanggaran yang sering terjadi adalah sering terlambatnya Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu masuk kantor dan tidak hadir tanpa keterangan pada jam kerja. Berdasarkan data bulan Januari 2014 sebanyak 41 hari pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, sehingga hal ini menyebabkan terbengkalainya pekerjaan yang diberikan pada pegawai.

Kondisi di atas merupakan salah satu indikasi masih rendahnya disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil dalam menjalankan kewajiban dan mematuhi larangan yang ada pada Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu. Oleh karena dalam penelitian ini penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul Analisis Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui Disiplin Pegawai pada Biro Organisasi Dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Disiplin Pegawai pada Biro Organisasi Dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu.

Penelitian ini kualitatif adalah penelitian untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian secara holistic dan deskriptif pada suatu konteks khusus yang alamiah. Disiplin pegawai Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu yang diukur dari komponen seperti : 1.  Kehadiran. Hal ini menjadi indikator yang mendasar untuk mengukur kedisiplinan, dan biasanya pegawai yang memiliki disiplin kerja rendah terbiasa untuk terlambat dalam bekerja, Ketaatan pada peraturan kerja. Pegawai yang taat pada peraturan kerja tidak akan melalaikan prosedur kerja dan akan selalu mengikuti pedoman kerja yang ditetapkan, 3. Ketaatan pada standar kerja. Hal ini dapat dilihat melalui besarnya tanggung jawab pegawai terhadap tugas yang diamanahkan kepadanya, Tingkat kewaspadaan tinggi. Pegawai memiliki kewaspadaan tinggi akan selalu berhati-hati, penuh perhitungan dan ketelitian dalam bekerja, serta selalu menggunakan sesuatu secara efektif dan efisien, dan 5.  Bekerja etis. Beberapa pegawai mungkin melakukan tindakan yang tidak sopan ke pelanggan atau terlibat dalam tindakan yang tidak pantas. Hal ini merupakan salah satu bentuk tindakan indisipliner, sehingga bekerja etis sebagai salah satu wujud dari disiplin kerja pegawai.

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, Informan dalam penelitian Pegawai Negeri Sipil Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu yaitu: 1 orang Kepala Biro, 1 orang Kepala Bagian, 3 Orang Kepala Sub Bagian, dan 2 orang staf  serta 3 orang pegawai yang tidak disiplin dalam melaksanakan pekerjaan dengan melakukan wawancara. Dalam hal ini informan tidak dipilih secara acak (probability sampling), melainkan dilakukan dengan menetapkan atau menunjuk secara langsung (purposive sampling). Purposive sampling memilih informan yang dianggap paham mengenai masalah disiplin. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tehnik analisis induktif yaitu untuk melakukan abstraksi setelah rekaman fenomena-fenomena khusus dikelompokkan menjadi satu. Tahapan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat alur kegiatan yang terjadi bersamaan, yaitu: pengumpulan data, analisa data secara keseluruhan, tampilkan data dan simpulan. Verifikasi merupakan proses siklus dan interaktif, sehingga dilakukan secara berulang-ulang sampai ditemukan jawaban masalah yang diteliti. Anaalisis dalam kualitataif dilakukan dengan tahapan Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan (verifikasi). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik keabsahan data Triangulasi Sumber untuk menguji kredebilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh dari beberapa sumber dan Triangulasi Teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin kerja pegawai Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu masih rendah, hal ini tercermin dari masih adanya pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, terlambat datang ke kantor, tidak taat pada peraturan kerja seperti 3 orang pejabat eselon 4 belum mengikuti pendidikan dan latihan pim 4, belum menggunakan atribut kepangkatan sesuai dengan peraturan Gubernur No 14 tahun 2013, dan tidak mengikuti Sistem Operasional Prosedur yang ada seperti pengurusan kenaikan pangkat dan mengurus surat cuti yang dalam penyelesaianya tidak sesuai waktu yang tertera pada Sistem Operasional Prosedur.

Kepada Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu hendaknya dapat menyarankan  pada pejabat eselon empat yang belum mengikuti pendidikan dan latihan pim empat , sesuai dengan peraturan yang ada untuk memegang jabatan eselon empat, menerapkan sanksi yang tegas pada pegawai yang sering tidak masuk tanpa keterangan, sering terlambat masuk kerja, dan kurang memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan. Selain itu diharapkan dapat dilakukan pembinaan pembinaan kepeda pegawai yang tidak disiplin maupun tidak mentaati peraturan pekerjaan yang ada, dan melalui kabag dan kasubag untuk membina atau mengawasi pelaksanaaan pekerjaan usulan kenaikan pangkat dan mengurus surat cuti, agar dalam pelaksanaanya dapat sesuai dengan prosedur yang ada.

 

Kata Kunci: Disiplin, Kehadiran, Ketaatan Peraturan Kerja, Ketaatan Prosedur Kerja, Tingkat Kewaspadaan Tinggi, Bekerja Etis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd