Penguatan Verbal dan Non Verbal Guru Dalam Pelajaran

Posted on : Agustus 12, 2015 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

ABSTRAK

Dalam perkembangan kognitif, murid Sekolah Menengah Pertama berada pada taraf berfikir kongkret. Artinya materi yang diajarkan pada siswa harus diawali dengan hal-hal yang nyata. Begitu juga pada perkembangan kepribadiannya, murid Sekolah Menengah Pertama berada pada tahap keterampilan dan rasa kurang percaya diri. Apabila anak diberi kesempatan untuk mengerjakan sesuatu dan berhasil, kemudian murid tersebut dipuji atas keberhasilannya maka ia akan semakin terampil. Begitu pula sebaliknya, bila siswa tidak berhasil mengerjakannya dan dimarahi maka ia akan merasa rendah diri. Anak akan bersikap pasif dan tidak ingin belajar dengan serius. Murid yang gagal sebaiknya diberi keyakinan untuk mencoba kembali agar keterampilan yang dimilikinya bertambah. dan penelitian ini bertujuan : 1.Untuk mengetahui penguatan verbal 2. Untuk mengetahui penguatan non verbal guru 3. Untuk mengetahui hambatan penguatan verbal dan non verbal guru di SMP Negeri 01 Pagar Jati Bengkulu Tengah. Metode Penelitian yang digunakan adalah Deskriftif Kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa dan guru di SMP Negeri 01 Merigi Sakti Bengkulu Tengah. Data yang diperoleh adalah Data Deskriftif Kualitatif. Teknik Pengumpulan Data dengan cara Observasi, Dokumentasi dan Rekaman. Teknik Analisa Data yang digunakan adalah Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikkan Kesimpulan. Hasil Penelitian Dalam observasi pertama diperoleh data sebagai berikut : bahwa penguatan yang dilakukan oleh guru baik verbal maupun non verbal dalam kegaiatan pembelajaran Pkn di kelas 8 A SMP Negeri 01 Pagar Jati Bengkulu Tengah kurang bervariasi sehingga pemberian penguatan monoton. Hal ini menyebabkan penguatan yang diberikan kepada murid kuran maknanya. Dilihat dari prinsip penggunaan penguatan guru terkadang menggunakan respon negatif sehingga murid cenderung pasif dan hanya ingin menjawab kalau ditunjuk oleh gurunya. Begitu juga cara penggunaannya guru selalu memberi penguatan kepada pribadi tertentu tanpa menyebutkan nama murid dengan jelas sehingga pemberian penguatan kurang efektif dan kurang bermakna bagi murid. Penguatan kepada kelompok murid terkadang juga dilakukan guru yaitu pemberian penguatan kepada seluruh murid dikelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd