Kemampuan Menulis

Posted on : Desember 4, 2015 | post in : TEORI PENDIDIKAN |Leave a reply |

Widyamartaya (2002:5) menyatakan bahwa mengarang atau menulis adalah kegiatan yang kompleks. Mengarang dapat kita pahami sebagai suatu rangkaian kegiatan seseorang mengungkakan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami tepat seperti yang dimasudkan pengarang.

Menurut Wiyanto (2004:1-2) mengemukan bahwa menulis mempunyai dua kegiatan yaitu:

  1. Kegiatan  yang  pertama  adalah mengubah  bunyi  yang  dapat didengar menjadi tanda-tanda yang dapat dilihat
  2. Kegiatan mengungkapkan  gagasan  secara tertulis.  Orangyang melakukan kegiatan ini dinamakan penulis dan hasil kegiatannya berupa tulisan.

Menurut Sudibyo (2008:2) menulis merupakan aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika). Keduanya memiliki peran dalam keberhasilan menulis. Meski begitu, peran otak kanan harus didahulukan karena pada otak kananlah gagasan baru, gairah dan emosi muncul. Ketiga hal tersebut merupakan bahan bakar dalam menulis.

Dari pengertian tentang menulis diatas, keterampilan menulis adalah kemampuan seseorang dalam melukiskan lambang grafis yang dimengerti oleh penulis bahasa itu sendiri maupun orang lain yang mempunyai kesamaan pengertian terhadap simbol-simbol bahasa tersebut.

Kemampuan Menulis Puisi

Kemampuan menulis puisi menurut Wiyanto (dalam Sudibyo 2008:2) kemampuan menulis puisi sering dianggap sebagai bakat sehingga orang yang merasa tidak mempunyai bakat tidak akan dapat menulis, tetapi bakat tidak berarti tanpa ada pelatihan. Tanpa bakat bila seseorang rajin belajar dan giat berlatih, ia akan terampil dalam menulis puisi. Jadi, menulis puisi termasuk jenis keterampilan, seperti halnya jenis keterampilan lainnya, pemerolehannya harus melalui belajar dan berlatih, semakin sering belajar dan semakin giat berlatih, tentu semakin cepat terampil. Menulis puisi merupakan kegiatan yang sangat pribadi karena puisi adalah sebuah karya yang lahir dari hati. Oleh karena itu puisi termasuk salah satu jenis tulisan pribadi.

Tarigan (2008:31) tulisan pribadi adalah suatu pernyataan dari gagasan-gagasan serta perasaan-perasaan kita mengenai pengalaman kita yang ditulis, bagi kesenangan kita sendiri, maupun bagi kepentingan dan kenikmatan sanak keluarga dan sahabat karib. Bentuk-bentuk tulisan pribadi ini antara lain sebagai berikut: (1) buku harian; (2) catatan harian, jurnal; (3) cerita tidak resmi; (4) surat; dan (5) puisi.

Tarigan (2008:31) langkah-langkah praktis menulis puisi dengan mempertimbangkan berbagai unsur pembangun yang ada, yaitu:

  1. Pemilihan aliran. Dikenal banyak sekali aliran dalam sastra Indonesia, misalnya: realisme, naturalisme, ekspresionisme, idealisme, romantisme, dan sebagainya. Jika penyair bertindak sebagai “juru potret” kehidupan, maka penyair tersebut masuk ke dalam aliran realisme, tetapi jika penyair memilih mengekspresikan kejiwaan dan pikirannya, maka penyair tersebut tergolong penyair dengan aliran ekspresionisme.
  2. Pemilihan tema. Seorang penyair sering kali mengangkat tema dalam ekspresi kepenyairannya. Tema dalam kepenulisan puisi menunjukkan masalah apa yang diangkat dalam puisi. Tema yang sering diangkat menjadi sebuah puisi, misalnya: politik, sosial, adat, keagamaan, keluarga, nasionalisme, cinta dan remaja, idola, dan sebagainya.
  3. Penentuan jenis puisi. Puisi terdiri dari berbagai jenis, misalnya: puisi kamar, puisi pamfletis, puisi hymne, puisi ode, dan sebagainya. Oleh karena itu, penyair perlu memperhatikan jenis puisi yang cocok dengannya.
  4. Pencarian ide (ilham). Pengalaman para penyair dalam memperoleh ide (ilham) ini beragam. Misalnya: melalui perenungan, membaca puisi karya orang lain, mengamati 5 realitas sosial, menonton film, membaca berita, mengamati lingkungan sekitar, pengalaman pribadi, dan sebagainya.
  5. Mengeramkan ide (inkubasi). Ibarat telur, ide (ilham) butuh ditetaskan. Oleh karena itu sebelum ditetaskan maka ide tersebut perlu melalui proses inkubasi atau pengeraman. Tahap ini merupakan tahap persiapan untuk mewujudkan ide atau gagasan yang telah dikandung, melintas-lintas, atau ide-ide yang selalu membayangi. Inkubasi akan dapat menghasilkan karya dengan kematangan umur yang dapat dibanggakan.
  6. Pemilihan permainan bunyi Salah satu sarana untuk mewujudkan citraan (imagery) penyair adalah penggunaan bahasa puitis dengan mengandalkan permainan bunyi. Aspek bunyi ini seringkali mendominasi penulisan puisi. Pengunaan bunyi juga dapat memberikan gambaran citraan terhadap pembaca.
  7. Pembuatan larik yang menarik. Larik yang menarik dalam puisi biasanya banyak menggunakan permainan bunyi, baik rima maupun pilihan kata. Biasanya permainan bunyi ini dimaksudkan untuk menciptakan nada dan suasana dalam puisi sehingga akan tampak sikap penyair di dalam puisi yang ditulisnya.
  8. Pemilihan pengucapan. Cara pengucapan adalah ciri khas seorang penyair. Gaya pengucapan ini berkaitan juga dengan penggunaan gaya bahasa seseorang maupun penggunaan imaji (citraan) pilihan.
  9. Pemanfaatan gaya bahasa. Salah satu sarana untuk mewujudkan estetika bahasa puisi adalah gaya bahasa. Gaya bahasa merupakan sarana yang banyak digunakan penyair untuk mengungkapkan pengalaman kejiwaannya ke dalam sebuah karya puisi. Gaya bahasa ini meliputi: majas perbandingan, majas pertentangan, dan majas pertautan.
  10. Pemilihan tipografi. Tipografi atau sering disebut dengan tata bentuk puisi ini merupakan aspek lain yang perlu dipertimbangkan dalam menulis dan memahami puisi. Oleh karena itu, pilihan tipografi tertentu akan membantu mengekspresikan isi dan maksud pesan penyair yang ingin disampaikan kepada pembaca.
  11. Pemuatan aspek psikologis (kejiwaan). Aspek psikologis ini berkaitan erat dengan kesatuan pengucapan seorang penyair. Di samping dipengaruhi oleh kejiwaan penyair terhadap suatu persoalan, puisi yang mengandung aspek psikologis ini akan melahirkan tone (nada) dalam puisi. Nada, secara umum berkaitan dengan sikap penyair 6 terhadap pembaca berkaitan dengan feeling (sikap) yang dituangkan terhadap persoalan (masalah).
  12. Pemuatan aspek sosiologis (sosial kemasyarakatan). Aspek sosiologis dalam puisi seringkali menjadi “kekuatan” puisi yang menarik untuk dicermati. Aspek sosiologis ini berkaitan dengan kesatuan pengucapan seorang penyair. Pengucapan dan aspek sosiologis puisi seringkali melahirkan puisi-puisi yang berbobot dan berkualitas.
  13. Pemilihan judul yang menarik. Pemilihan judul yang menarik menjadi hal yang harus dipikirkan dalam menulis puisi. Sebuah judul yang baik harus mencerminkan isi puisi di satu sisi dan di sisi lain penting untuk mempertimbangkan aspek kemenarikan seperti keindahan.

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, dkk. 2005. Pokoknya Menulis: Cara Baru Menulis dengan Metode Kolaborasi. Bandung: Kiblat Buku.

Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Atmowiloto, Arswendo, 2004. Mengarang Novel Itu Gampang. Jakarta: Gramedia.

Henry Guntur Tarigan, 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Moedjiono. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud.

Nasution, 2008. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, 2002. Metode Penelitian. Bandung: Rineka Cipta.

Nurhadi. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Oemar, Hamalik. 2009. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Roekhan. 2001. Menulis Kreatif. Dasar-dasar dan Petunjuk Penerapannya: Malang. Yayasan Asih Asah Asuh.

Sa’ud, 2009. Pembelajaran: Jakarta: Erlangga.

Sadiman, Arief. dkk.2006. Media Pendidikan: Pengertian, Pembangunan, dan Pemanfaatanya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sagala, Morgan. 2009 . Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru.

Sardiman, 2009. Metode Pembelajaran. Yogyakarta : KTSP

Slameto, 2008. Belajar dan Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Sudiarti, Vero dkk. 2005. Menjadi Penulis .Yogyakarta : Pustaka Widyamata.

Widyamartaya, A. 2002. Seni Menuangkan Gagasan. Yogyakarta: Kanisius.

Wiyanto,  Asul. 2005.  Kesastraan  Sekolah  Penunjang  Pembelajaran  Bahasa Indonesia SMP dan SMA. Jakarta: Grasindo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd