Media Gambar Berseri

Posted on : Desember 4, 2015 | post in : TEORI PENDIDIKAN |Leave a reply |

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Gerlach dan Elly (dalam Arsyad 2003: 3) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa media sangat penting dalam proses pembelajaran dengan media peserta didik akan lebih mudah memahami pelajaran.

Gagne dan Briggs (dalam Arsyad 2003: 4) mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyimpan isi materi pelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media adalah alat, metode, dan tekni yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran yang dapat menyajikan perna dna perangsang siswa dalam proses pembelajaran.

Diantara media pembelajaran yang ada, media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar daripada tulisan, apalagi jika gambar dibuat dan disajikan sesuai dengan persyaratan yang baik, sudah tentu akan menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Media gambar lebih mudah dimengerti dan dapat dinikmati, mudah didapatkan dan dijumpai, serta banyak memberikan penjelasan bila dibandingkan dengan bahasa verbal (kata-kata).

Sadiman (2006:31) mengemukakan adanya perbedaan antara media gambar atau foto dengan verbal, antara lain sebagai berikut: (1) media gambar atau foto, memvisualkan apa adanya secara detail, (2) verbal (kata-kata), kelemahannya terletak pada keterbatasan daya ingat dalam bercerita dan menjelaskan, sehingga mungkin ada hal-hal yang tercecer atau terlupakan dalam menyampaikan pesan

Media gambar berseri merupakan golongan atau jenis media visual gambar datar. Media gambar memiliki kelebihan yaitu (1) Umumnya murah harganya, media gambar menggunakan kertas sebagai bahan baku sehingga harga relalif murah, (2) Mudah didapat, untuk mendapatkannya guru bisa menggandakan dengan cara memfotokopi, (3) Mudah digunakannya, penggunaan media ini cukup dilihat dengan mata saja tanpa ada pengguaan alat lain sebagai penyerta, (4) Dapat memperjelas suatu masalah, (5) Lebih realistis, (6) Dapat membantu mengatasi keterbatasan pengamatan, (7) Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.

Sadiman (2006:22) mengungkapkan bahwa gambar adalah alat yang penting bagi pengajaran dan pendiikan.gambar sebagai media pendiikan akan berhasil dengan efektif, apabila disesuaikan dengan faktor kematangan anak, tujuan yang akan dicapai dan teknik penggunaan dalam situasi belajar.

Sadiman (2006:29) mengemukakan bahwa gambar adalah media yang paling umum dipakai dan merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana serta gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Gambar berseri adalah rangkaian gambar yang terdiri atas dua gambar atau lebih yang merupakan satu kesatuan cerita. Suatu gambar atau seri gambar dapat dijadikan bahan menyusun paragraf. Gambar atau seri gambar pada hakikatnya mengekspresikan suatu hal. Bentuk ekspresi tersebut dalam fakta gambar bukan dalam bentuk bahasa. Pesan yang tersirat dalam gambar tersebut dapat dinyatakan kembali dalam bentuk kata-kata atau kalimat. Penerjemahan pesan dari bentuk visual ke dalam bentuk kata-kata atau kalimat sangat tergantung pada kemampuan imajinasi siswa. Hasil ekspresi anak yang cerdas akanlebih lengkap dan mungkin mendekati ketepatan, tetapi gambaran anak yang sedang kecerdasannya munkin hasilnya tidak begitu lengkap, sedangkan pelukisan kembali oleh anak yang kurang cerdas pastilah kurang lengkap dan bahkan mungkin tidak relevan atau menyimpang.

Dari teori di atas, gambar berseri adalah gambar yang mempunyai urutan kejadian yang memiliki satu kesatuan cerita. Gambar berseri juga dapat membuat siswa untuk melatih dan mempertajam imajinasi yang kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Semakin tajam daya imajinasi siswa, akan semakin berkembang pula siswa dalam melihat membahasakan sebuah gambar.

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, dkk. 2005. Pokoknya Menulis: Cara Baru Menulis dengan Metode Kolaborasi. Bandung: Kiblat Buku.

Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Atmowiloto, Arswendo, 2004. Mengarang Novel Itu Gampang. Jakarta: Gramedia.

Henry Guntur Tarigan, 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Moedjiono. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud.

Nasution, 2008. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, 2002. Metode Penelitian. Bandung: Rineka Cipta.

Nurhadi. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Oemar, Hamalik. 2009. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Roekhan. 2001. Menulis Kreatif. Dasar-dasar dan Petunjuk Penerapannya: Malang. Yayasan Asih Asah Asuh.

Sa’ud, 2009. Pembelajaran: Jakarta: Erlangga.

Sadiman, Arief. dkk.2006. Media Pendidikan: Pengertian, Pembangunan, dan Pemanfaatanya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sagala, Morgan. 2009 . Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru.

Sardiman, 2009. Metode Pembelajaran. Yogyakarta : KTSP

Slameto, 2008. Belajar dan Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Sudiarti, Vero dkk. 2005. Menjadi Penulis .Yogyakarta : Pustaka Widyamata.

Widyamartaya, A. 2002. Seni Menuangkan Gagasan. Yogyakarta: Kanisius.

Wiyanto,  Asul. 2005.  Kesastraan  Sekolah  Penunjang  Pembelajaran  Bahasa Indonesia SMP dan SMA. Jakarta: Grasindo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd