Emesis Gravidarum

Posted on : Januari 29, 2016 | post in : TEORI KESEHATAN |Leave a reply |

1.Pengertian

Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang disampaikan pada kehamilan muda. Terjadinya kehamilan menimbulkan perubahan hormonal pada wanita karena terdapat peningkatan hormon esterogen, progesteron, dan dikeluarkanya human chorionic gonadotropine plasenta. Hormon-hormon inilah yang diduga menyebabkan emesis gravidarum (Manuaba, 2010:227 ). Emesis gravidarum belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan mual muntah selama kehamilan. Secara teoritis, diduga kesengsaraan ini dilatar belakangi oleh peningkatan kadar hormon HCG, Progesteron, Esterogen yang diperberat oleh ketergangguan psikis. (Arisman, 2009:25).

Rasa mual biasanya dialami wanita hamil di pagi hari selama tiga bula pertama dan terjadi pada sekitar 80% kehamilan. Selama ini, kondisi mual dan muntah ini diduga sebagai akibat dari perubahan hormon pada saat kandungan berusia mudah. Namun, penelitian terbaru ini mengatakan rasa mual mungkin memiliki dampak yang positif seperti mengurangi risiko keguguran kandungan (Maulana, 2008).

Pola mual dan muntah di antara 260 wanita hamil dijelaskan dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2000 wanita hamil. Kendati gejala mual dan muntah mulai muncul rata-rata pada minggu ke 8,2 kehamilan, 75 % wanita melaporkan mual sejak minggu konsepsi yang rata-rata berlangsung 34 hari (rentangnya, 1-114 hari), Tingkat keparahan mencapai puncak pada minggu ke-11 (Sinclair, 2009). Gejala yang mengganggu ini biasanya muncul sekitar 6 minggu setelah mulainya periode menstruasi terakhir dan biasanya menghilang sepontan 6 hingga 12 minggu kemudian (Cunningham, 2006).

2.Penyebab Emesis Gravidarum

Penyebab terjadinya emesis gravidarum sampai saat ini tidak dapat diketahui secara pasti. Ada yang mengatakan bahwa perasaan mual disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) dalam serum (Wiknjosastro, 2004).

Penyebab mual dan muntah ini bermacam-macam antara lain karena adanya perubahan hormon dalam tubuh, psikologis, sampai gaya hidup. Pola makan yang buruk sebelum maupun pada minggu-minggu awal kehamilan, kurang tidur atau kurang istirahat dan stres dapat memperberat rasa mual dan muntah. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa mual meskipun tidak dapat dihilangkan sama sekali, misalnya dengan mengkonsumsi makanan seimbang, cukup bergerak dan cukup istirahat. Oleh karena itu calon ibu diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai mual agar ibu dapat menentukan sikap untuk mengatasi masalahnya pada awal kehamilan sehingga tidak terjadi komplikasi kehamilan yang dapat mengganggu kehamilan selanjutnya (Wiknjosastro, 2004).

Rasa mual dan muntah saat kehamilan diduga berkembang untuk memastikan wanita hamil tidak memakan terlalu  banyak makanan tidak sehat, begitulah menurut sebuah penelitian. Para ilmuwan menemukan sejumlah bukti yang mendukung rasa mual dan muntah dalam kehamilan terkait dengan tingkat gula, alkohol, lemak dan daging yang dimakan si ibu. Sebaiknya, makanan berserat seperti sereal tidak memicu rasa mual.

3.Gejala Klinis Emesis Gravidarum

Gejala klinis emesis gravidarum adalah kepala pusing, terutama pagi hari, disertai mual muntah sampai kehamilan berumur 4 bulan (Manuaba, 2010:227).

A.Penyebab

  • Penyebab tidak diketahui, tetapi diduga peningkatan hormon kelamin yang diproduksi selama hamil.
  • Perubahan hormon yang akan mengakibatkan perubahan pengeluaran asam lambung yang berlebihan, terutama pagi hari.
  • Perasaan mual dan muntah disebabkan karena selama hamil muda pergerakan usus menjadi lambat, karena pengaruh hormon hipofise.

B. Cara Mengatasi

  • Makan sering dengan porsi kecil, misalnya setiap dua jam sekali (bahkan malam hari bisa dilakukan)
  • Menghindari makanan yang berbau tajam, terlalu asin atau makanan berbumbu.
  • Mencoba ngemil crackers setelah bangun pagi.
  • Makan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi (madu, pisang, kentang, nasi sereal dan tahu).
  • Minum jus manis di pagi hari.
  • Mendapat dukungan dari pasangan dan mencoba mengurangi stress.

4.Penanganan emesis gravidarum

Penanganan emesis gravidarum yang dapat dilakukan: (Arisman, 2009:27).

  1. Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang hamil muda yang selalu dapat disertai emesis gravidarum. Emesis gravidarum akan berangsur-angsur berkurang sampai umur kehamilan 4 bulan.
  2. Dinasehatkan agar tidak terlalu cepat bangun dari tempat tidur, sehingga tercapai adaptasi aliran darah menuju susunan syaraf pusat.
  3. Nasihat diet, dianjurkan makan dengan porsi kecil, tetapi lebih sering. Makanan yang merangsang timbulnya mual muntah dihindari.
  4. Disarankan tidak tidak dikonsumsi makanan yang digoreng, mentega, margarin, minyak.
  5. Dihindari makanan yang menimbulkan gas (ketimun, brokoli, kol, bawang dan kacang kering).
  6. Obat-obatan, pengobatan ringan tanpa masuk rumah sakit padaemesis gravidarum:
  7. Vitamin yang diperlukan (vitamin B compleks, mediamer B6 sebagai vitamin dan antimuntah).
  8. Pengobatan (sedatif ringan [luminal 3×30 mg (barbiturat), valium], antimual-muntah [stimetil, primperan, emetrol 3x30mg].
  9. Nasihat pengobatan (banyak minum air dan minuman lain, hindari minuman atau makanan yang asam untuk mengurangi iritasi lambung).
  10. Nasihat kontrol antenatal (pemeriksaan hamil lebih sering, segera datang bila terjadi keadaan abnormal)

5.Penatalaksaan Emesis Gravidarum

Makanlah sesering mungkin, dalam porsi kecil. Siang hari untuk porsi besar, malam hari cukup porsi kecil.

  • Lebih banyak istirahat, hal ini akan membantu mengurangi keletihan yang dapat menimbulkan rasa mual.
  • Simpanlah beberapa makanan kecil seperti coklat atau cracker untuk dimakan sebelum turun dari tempat tidur di pagi hari.
  • Bangun tidur perlahan-lahan, luangkan waktu untuk bangkit dari tempat tidur secara perlahan-lahan.
  • Berolahraga dan hiruplah udara segar, dengan melakukan oleh raga ringan, berjalan kaki atau berlari-lari kecil akan membantu mengurangi rasa mual dan muntah di pagi hari.
  • Beberapa ahli nutrisi juga menyarankan suplemen vitamin B6 mencegah dan mengurangi rasa mual, tetapi tidak diminum dalam dosis tinggi atau menurut aturan dokter (Maulana, 2008)

6.Hal-Hal Yang Harus Dihindari

  1. Hindari mengkonsumsi makanan yang berminyak atau digoreng karena akan lebih sulit untuk dicerna.
  2. Hindarilah minuman yang mengandung kafein seperti kopi, cola.
  3. Hindarkan gerakan tiba-tiba diwaktu mual-mual
  4. Hindari menyikat gigi begitu selesai makan. Bagi beberapa ibu hamil menyikat gigi menjadi hal yang problematik karena hanya dengan memasukkan sikat gigi dalam mulut membuat mereka muntah, sehingga pilihlah waktu yang tepat untuk menggosok gigi.
  5. Hindari bau-bau yang tidak enak atau sangat menyengat. Bau menyengat seperti dari tempat sampah, asap rokok biasanya dapat menimbulkan rasa mual dan muntah.
  6. Hindari mengenakan pakaian yang ketat. Pakaian yang terlalu ketat dapat memberikan tekanan yang tidak nyaman pada perut dan dapat memperburuk rasa mual.

DAFTAR PUSTAKA

 Arisman. (2009). Buku Ajar Ilmu Gizi Keracunan Makanan. Jakarta: EGC.

Cunningham, M. (2006). Obstetri William. Edisi Ke-21, Jakarta, EGC

Manuaba, dkk. (2010). Konsep Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia. Jakarta. EGC.

Maulana, M. (2008). Cara Cerdas Menghadapi Kehamilan dan Mengasuh Bayi, Yogyakarta, Katahati.

Prawihardjo, S. (2009). Ilmu Kebidanan. Edisi 4. Cetakan 2. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.

Rukiyah, Ai Yeyeh, et al. (2009). Asuhan Kebidanan IV (Patology Kebidanan). Jakarta: CV. Trans Info Media

Sinclair. (2009). Kondisi Ginekologis dan Pertimbangan Kehamilan serta Kontrasepsi. Dalam : Buku Saku Kebidanan. Jakarta : EGC

Sulistyawati, A. (2012). Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta:  Salemba Medika

Suririnah. (2008). Buku Pintar Kehamilan & Persalinan. Jakarta: Gramedia.

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2007

Varnay, (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta. Edisi 4, Volume 2.

 Wiknjosastro, (2004). Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka. Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd