Hubungan Umur dan Paritas Dengan Metode Kontrasepsi Konsep Teori

Posted on : Maret 20, 2016 | post in : TEORI KESEHATAN |Leave a reply |

1.Umur

Umur merupakan variabel penting dalam analisis fertilitas, karena umur dapat menjadi indikator kematangan seorang perempuan secara biologis mempengaruhi kesuburan, misal seorang wanita berusia 15 tahun dianggap sudah mulai berada dalam masa reproduksi, sedangkan wanita yang berusia 50 tahun sudah melewati masa reproduksi sehingga antara 15-34 tahun umur masih merupakan faktor penentu kesuburan seseorang oleh karenanya dalam interval umur tersebut seorang wanita dalam masa reproduksi.

Dalam pemilihan alat kontrasepsi KB pengguna harus mempunyai pengetahuan tentang cara kerja, penggunaannya dan efektivitas obat. Alat kontrasepsi yang digunakan wanita untuk mencegah atau menunda kehamilan faktor umur merupakan variabel yang signifikan (Chamid, 1998)

Umur kawin pertama dapat mempengaruhi fertilitas, melalui fertilitas alamiah maupun fertilitas terkontrol. Wanita yang kawin pertama pada usia muda mempunyai resiko terhadap kehamilan yang lebih lama dari pada wanita umur kawin pertama lebih tua. Dengan demikian perbedaan umur ditentukan oleh panjang pendeknya resiko kehamilan. Umur saat perkawinan pertama dapat mempengaruhi resiko kehamilan dan persalinan, semakin muda umur saat perkawinan pertama semakin besar resiko yang dihadapi bagi keselamatan ibu maupun anak, karena belum matangnya rahim wanita muda untuk memproduksi anak, atau karena belum siapnya menghadapi masa kehamilan maupun saat persalinan. Demikian pula sebaliknya semakin tua umur saat perkawinan pertama maka semakin tinggi resiko yang dihadapi dalam kehamilan dan persalinan. Untuk menjaga keselamatan ibu dan anak maka pada usia yang berisiko tinggi seperti di atas, juga untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan atau kehamilan yang tidak diinginkan atau salah waktu maka prioritas untuk mengatur jarak kehamilan dengan cara ber KB mutlak sangat diperlukan. Umur terlalu muda yang dimaksud yaitu kurang dari 20 tahun atau usia remaja dan yang dimaksud umur terlalu tua yaitu di atas 35 tahun (BKKBN, 1999). Umur memberikan pengaruh yang sangat bermakna dalam menentukan pemilihan kontrasepsi MKJP (Hartoyo, 2002).

2.Paritas (jumlah anak hidup)

Salah satu hal yang mendorong seseorang untuk memutuskan akan mengikuti program KB adalah apabila merasa bahwa banyaknya anak yang masih hidup sudah mencukupi jumlah yang diinginkan. Berarti banyaknya anak yang masih hidup mempengaruhi kesertaan seseorang dalam mengikuti program KB. Semakin besar jumlah anak hidup yang dimiliki seseorang, semakin besar kemungkinan untuk membatasi kelahiran. Dengan melihat jumlah anak yang dilahirkan hidup di temukan pula hubungan yang bersifat positif, artinya makin tua umur mencerminkan proses perubahan keluarga dan dapat juga memperlihatkan proses perubahan fertilitas antar waktu ( Depkes,2001). Jumlah anak hidup memberikan pengaruh yang sangat bermakna dalam menentukan pemilihan alat kontrasepsi jangka panjang (Hartoyo, 2002).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd