Hambatan-hambatan dalam Pelaksanaan Komunikasi

Posted on : Maret 21, 2016 | post in : TEORI KOMUNIKASI |Leave a reply |

Siagian (2000: 37):

  1. Keterbatasan Pengetahuan. Keterbatasan pengetahuan penerima adalah akibat tingkat pendidikan yang pernah ditempuhnya. Semakin rendah tingkat pendidikanya semakin rendah pula tingkat kognitifnya yang cendrung mengakibatkannya melihat sesuatu secara simplistik. Karena itu simbol-simbol penerjemahan yang digunakannya pun biasanya akan bersifat sederhana pula.
  1. Keterbatasan keterampilan. Keterbatasan keterampilan merupakan akibat dari gabungan antara pendidikan yang rendah dan pengalaman yang terbatas. Kedua faktor tersebut tidak memungkinkannya menyerap sesuatu dengan cepat, apalagi kalau sesuatu pesan disampaikan semata-mata dengan tulisan. Yang lebih bermanfaat baginya adalah simbol-simbol yang dengan masih mudah dapat divisualisasikannya, apa lagi visualisasi itu dibuat dalam bentuk-bentuk yang tidak asing baginya.
  1. Norma-norma sosial yang berlaku. Norma-norma sosial yang dianut oleh penerima yang memberikan petunjuk baginya tentang yang “benar” dan “salah” yang “baik” dan “buruk” turut pula berperan sebagai pembatas terhadap apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Kepekaan komunikator terhadap pengaruh norma-norma sosial tesebut akan mendukung keinginannya untuk menyampaikan pesan yang baik.

Tjiptono dan Diana, (2002:178):

  • Selective perception yaitu penerima hanya mau mendengar informasi yang ingin ia dengar. Penentuan jenis informasi yang diinginkan tergantung pada kebutuhan, sikap, minat, dan pengharapannya.
  • Filtering. Dimana   pengirim   hanya   memodifikasi   informasi   yang    akan disampaikan. Ia hanya akan menyampaikan informasi yang sesuai dengan minat dan kehendak penerima.
  • Difference of Ianguage. Keadaan emosi pengirim dan penerima.

Nitisemito (2002: 32):

  • Hambatan karena banyaknya perantara. Penyampaian suatu komunikasi mungkin harus melalui beberapa perantara. Perantara yang harus dilalui ini mungkin cukup banyak. Makin banyak perantara, kemungkinan berubahnya komunikasi tersebut semakin besar pula. Hal ini dapat dimaklumi sebab setiap perantara yang ikut menyampaikan mempunyai kecenderungan untuk merubah komunikasi tersebut sesuai dengan kepentingan pribadinya.
  • Hambatan Psikologis. Hambatan psikologis ini terjadi karena berbagai hal, misalnya karena komunikasi yang disampaikan seringkali keliru, turunnya kewibawaan dari atasan, dan sebagainya. Kalau komunikasi yang disampaikan sering salah, dapat saja timbul ketidakpercayaan dari penerima komunikasi sehingga ada rasa enggan untuk melaksanakan komunikasi atau pelaksanaan komunikasi yang disampaikan seenaknya sendiri. Turunnya kewibawaan pimpinan juga dapat menyebabkan komunikasi-komunikasi yang disampaikan hanya lewat begitu saja tanpa adanya perhatian yang serius dari penerima komunikasi.
  • Hambatan kurangnya motivasi. Kemampuan instansi  untuk  memotivasi  orang-orangnya  merupakan  kunci mau tidaknya orang-orangnya melaksanakan rencana-rencana, instruksi, petunjuk, saran yang dikomunikasikan.
  • Hambatan kurangnya partisipasi. Partisipasi antara yang satu dengan yang lain perlu ditingkatkan, baik antara atasan dan bawahan maupun antara tingkat yang sejajar. Kurangnya partisipasi antara pihak yang satu dan pihak yang lain. Terutama antara pihak atasan dan bawahan, merupakan hambatan terhadap komunikasi yang disampaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd