Hubungan Kejang Epileptik dengan Hasil Pemeriksaan EEG Konsep Teori

Posted on : Maret 21, 2016 | post in : TEORI KESEHATAN |Leave a reply |

Rekomendasi gabungan dari American Academy of Neurology dan American Epilepsy Society, pasien yang mengalami kejang-kejang pertama kali dan tanpa penyebab harus menjalani electroencephalography (EEG) pada kepala. Epilepsi berdasarkan pada pola EEG seperti gelombang tajam dan runcing dapat mendukung diagnosa dan klasifikasi dari kejang-kejang yang terjadi, apakah fokal atau generalisata. Meskipun demikian, bukan hanya gambaran normal atau abnormal dari EEG yang digunakan untuk menolak atau mengkonfirmasi diagnosa epilepsi. Gambaran EEG yang tidak normal tampak pada sekitar 50% pasien yang mengalami kejang dan yang menunjukkan bentuk epilepsi hanya setengah dari pasien-pasien ini. Tingkat abnormalitas dari EEG akan meningkat jika permeriksaan dilakukan berulang atau setelah pasien menjalani pengurangan waktu tidur. Monitoring dengan video EEG perlu dilakukan jika ada kekhawatiran mengenai kejadian nonepileptik (Satria, 2008).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd