Sistem Informasi Keuangan Daerah dan PemanfaatanSistem Informasi Keuangan Daerah

Posted on : Maret 22, 2016 | post in : TEORI KEUANGAN |Leave a reply |

Sistem informasi keprilakuan menjelaskan tindakan tindakan bagaimana organisasi harus mengembangkan suatu sistem teknologi informasi untuk mengarahkan  perilaku-perilaku individu dalam berinteraksi dengan sistem teknologi yang berguna untuk mencapai tujuan (Jogiyanto, 2007:14).

Secara umum, Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan suatu sistem yang dapat membantu manajemen di dalam pengumpulan data, pengolahan serta analisis evaluasi data dan menyajikan ke dalam batas informasi yang bernilai dan akhirnya sampai pada pengambilan keputusan di mana informasi ini berguna untuk mendukung fungsi operasi manajemen (Machmud, 2013).

Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan dikenal dengan Aplikasi SIMDA merupakan salah satu produk dari teknologi sistem informasi yang digunakan oleh banyak pemerintah daerah di Indonesia dalam menyelenggarakan pengelolaan keuangan daerahnya.

Menurut Djaja (2009) aplikasi SIMDA merupakan aplikasi database yang bertujuan untuk mempermudah pengelolaan keuangan daerah di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Aplikasi SIMDA dikembangkan dengan memperhatikan dan mengimplementasikan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Oleh sebab itu pengendalian terhadap aplikasi menjadi suatu keharusan untuk menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Aplikasi SIMDA untuk menghasilkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Program Aplikasi  SIMDA Keuangan Program aplikasi ini  digunakan untuk  pengelolaan keuangan daerah secara terintegrasi, meliputi penganggaran, penatausahaan, akuntansi dan pelaporannya.

Pemanfaatan Sistem Informasi Keuangan Daerah. Acceptance (penerimaan teknologi informasi) bisa didefinisikan sebagai penggunaan teknologi para pekerja, sebagai cara hidup mereka dan studi-studi dalam bidang sistem informasi untuk menilai penerimaan penggunanya dengan cara-cara melihat frekuensi atau sistem komputer yang digunakan, durasi waktu penggunaan dan jumlah penggunaan aplikasi komputer yang berbeda (Schillewaert et al, 2000). Berdasarkan penelitian Abdillah (2012) bahwa pemanfaatan atau penggunaan teknologi dapat diukur dengan ferkuensi dan intensitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd