Kelompok Sosial dan Hubungan Antar Kelompok

Posted on : Maret 25, 2016 | post in : TEORI SOSIAL |Leave a reply |

Kelompok Sosial

Kelompok sosial sangat penting karena sebagian besar kegitan manusia berlangsung di dalamnya. Tanpa kita sadari, sejak lahir hingga kini anda telah menjadi anggota bermacam-macam kelompok. Dengan menggunakan tiga criteria yaitu ada tidaknya organisasi, hubungan sosial diantara anggota kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt membedakan empat jenis kelompok: kelompok statistic, kelompok kemasyarakatan, kelompok sosial, dan kelompok asosiasi.

Menurut Merton kelompok merupakan sekelompok orang yang saling interaksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagi nilai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran. Konsep lain yang diajukan Merton ialah konsep kategori sosial.

Menurut Weber dalam masyarakat dalam masyarakat modern kita jumpai suatu system jabatan yang dinamakan birokrasi. Organisasi birokrasi yang disebutkan Weber mengandung sejumlah prinsip. Prinsip tersebut hanya dijumpai pada birokrasi yang oleh Weber disebut tipe ideal, yang tidak akan dijumpai dalam masyarakat.Suatu gejala yang me3narik banyak ilmuan sosial ialah adanya keterkaitan antara kelompok formal dan keompok informal. Dalm organisasi formal akan terbentuk berbgai kelompok informal. Nilai dan aturan kelompok informal dapat bertentangan dengan nilai dan aturan yang berlaku dalam organisasi formal.

 

Hubungan Antar Kelompok

Dalam pembahasan kita mengenai kelompok kita telah melihat tipologi kelompok menurut Robert Bierstedt, yaitu pembagian dalam empat tipe kelompok yaitu statiscal group, societal group, social group dan associational group. Kata kelompok dalam konsep hubungan antarkelompok mencangkup semua kelompok yang diklasifikasikan berdasarkan criteria cirri fisiologis, kebudayaan, ekonomi, dan perilaku. Faktor yang mempengaruhi minoritas dapat dikaji dangan menggunakan dimensi sejarah, demografi, sikap, institusi, gerakan sosial, dan tipe utama hubungan antarkelompok. Hubungan antarkelompok masih ada dimensi lain yaitu dimensi perilaku dan dimensi perilaku kolekif.

Di Indonesia pun di kenal berbgai kebijaksaan yang mengatur hubungan antarkelompok. Dimasa penjajahan, misalnya penduduk orang eropa, oaring timur, orang asing, dan orang pribumi.Setelah merdeka kita mengenal berbagai peraturan yang mengatur hubungan antarkelompok, khususnya antara kelompok pribumi dan kelompok tionghoa. Masyarakat juga menerapkan kebijaksaan yang dikenal dangan nama reverse discrimination.

Hubungan antarkelompok sering melibatkan gerakan sosial, baik yang diprakarsai oloeh pihak yang menginginkan perubahan maupun oleh mereka yang ingin memperthankan yang ada.

Hubungan antarkelompok pun sering berwujud perilaku kolektif. Tidak jarang suatu gerakan antarkelompok berkembang menjadi huru-hara yang dapat mengakibatkan perusakan harta benda atau koraban berjatuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd