Konstruksi Elevator

Posted on : Maret 25, 2016 | post in : HASIL PENELITIAN,Technology |Leave a reply |

Konstruksi elevator dari perencanaan ini terdiri dari transmisi penggerak dan yang digerakkan serta transmisi daya dari motor elektrik, dengan fungsinya sebagai alat angkat maka pada elevator ini diletakkanlah bucket (timba) untuk mengangkat beban, yang ditautkan ke rantai dengan beberapa buah tangkai dengan sistem pengelasan, dan diberi jarak antar bucket sesuai dengan ketinggian yang diinginkan.

Poros dan Sproket

Poros dan sproket yang disatukan oleh pasak ini berguna juga untuk meneruskan daya dari motor elektrik yang ditransmisikan pada rantai, putaran ini mengakibatkan poros berputar, putaran poros membuat rantai elevator bergerak sehingga bucket bersikulasi. Pada posisi bawah juga terdapat rangkaian poros dan sproket yang sama besar yang berguna untuk mengarahkan putaran agar tetap pada rel yang diinginkan oleh rantai.

  1. Sproket
  2. Pasak

Rantai

Jenis-jenis rantai terdiri dari rantai rol dan rantai gigi, rantai biasanya digunakan apabila jarak antara kedua poros terpisah jauh. Rantai digerakkan oleh sproket yang terdapat pada poros dan dapat dihubungkan dengan motor elektrik. Keuntungan rantai mampu meneruskan daya yang besar karena tidak memerlukan tegangan awal. Rantai rol terdiri dari pena, bus, rol, dan plat mata rantai. Sedangkan rantai gigi merupakan jenis rantai untuk kecepatan tinggi dengan bunyi kecil karena rantai gigi berbentuk plat-plat berprofil roda gigi dan pena berbentuk bulan sabit yang biasa disebut sambungan kunci.

Pada perencanaan ini, rantai yang dipakai/digunakan yaitu transmisi rantai rol. Yang mana rantai ini berfungsi untuk menghubungkan antara kedua sproket dan poros, pada rantai dipasang bucket-bucket yang berfungsi mengangkut buah dari cross conveyor ke fruit distributing conveyor.

Bantalan

Bantalan pada elevator ini memakai jenis bantalan luncur radial dan bantalan  gelinding yang biasanya dapat ditentukan menurut beban berat bantalan pada tabel dan diameter poros. Jumlah bantalan terdiri dari empat buah yang berguna untuk menahan poros agar putaran poros dapat menjadi halus, aman, dan berumur panjang, dan pada elevator ini bantalan luncur termasuk bantalan radial yang berbentuk silinder polos yang terpasang pada poros bawah, dan bantalan gelinding pada poros bagian atas.

Baut dan Pegas

Pegas ini berguna untuk mengatur kekencangan rantai dan menjaga beban kejutan serta sebagai pelunak tumbukan. Sedangkan pegas yang digunakan merupakan jenis pegas tekan dengan bahan baja untuk mendapatkan tegangan geser yang besar. Baut dan pegas terpasang pada pemakaian bantalan luncur, baut dan mur yang berguna menahan pegas agar tetap pada posisi yang diinginkan.

Bucket

Bucket berfungsi untuk menimba biji sawit, terbuat dari plat baja yang dibentuk dengan sistem pengelasan menurut kebutuhan yang dikehendaki. Bucket melekat pada rantai, pada setiap sambungan mata rantai. Untuk itu pada setiap mata rantai diberi tangkai-tangkai untuk menempatkan bucket tersebut.

Cara Kerja Elevator

Rantai rol yang mentransmisikan daya pada poros dan sproket dari daya motor elektrik yang merupakan daya putaran. Putaran ini menggerakkan rantai yang mengakibatkan bucket yang melekat pada rantai menimba biji sawit dari cross conveyor, kemudian bergerak mengikuti gerakan rantai menuju ke distributing conveyor. Pada posisi puncak bucket mengarah ke putaran bawah sehingga buah sawit tertumpah pada distributing conveyor.

  1. Poros
  2. Sproket
  3. Rantai
  4. Bantalan
  5. Pegas dan Baut
  6. Bucket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd