Perilaku Kolektif dan Gerakan serta Perubahan Sosial

Posted on : Maret 25, 2016 | post in : TEORI SOSIAL |Leave a reply |

Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial

Perilaku yang tidak berpedoman pada institusi yang terdapat dalam masyarakat dalam sosiologi dinamakan perilaku koloktif, yaitu perilaku yang (1) dilakukan bersama sejumlah orang, (2) tidak bersifat rutin, (3) merupakan tanggapan terhadap rangsangan tertentu. Perilaku menyimpang yang merupakan tindakan bersama sejumlah orang dan berperilaku tidak rutin. Perilaku kolektif di picu oleh suatu rangsangan yang sam dan dapat terdiri atas suatu peristiwa, benda, atau ide.

Perilaku kolektif selalu melibatkan perilaku sejumlah orang yang berkerumun. Menurut Le Bon istilah kerumunan berarti sekumpulan orang yang mempunyai cirri baru yang berbeda sama sekali dengan cirri individu yang membentuknya. Suatu kerumunan mempunyai cirri baru yang emula tidak dijumpai pada masing-masing anggotanya.

Gerakan sosial merupakan perilaku kolektif yang ditandai kepentingan bersama dan tujuan jangka panjang, yaitu untuk mengubah ataupun mempertahankan masyarakat atu institusi yang ada di dalamnya. Cir lain gerakan sosial ialah pengguna cara yang berada di luar institusi yang ada.

Sejumlah sosiologi lain berpendapat bahwa perubahan sosial memerlukan pengerahan sumber daya manusia maupun alam. Tanpa adanya pengerahan sumber daya suatu gerakan sosial tidak akan terjadi, meskipun tingkat deprivasi tinggi.

 

Perubahan sosial

Pemikiran para tokoh sosiologi klasik mengenai perubahan sosial dapat digolongkan ke dalam beberapa pola. Pola pertama ialah pola linier, pola siklus, pola ketiga, penggabungan antara pola pertama dan pola kedua.

Giddens mengemukakan bahwa proses peningkatan kesaling tergantungan masyarakat dunia yang dinamakannya globalisasi ditandai kesenjangan besar antara kejayaan dan tingkat hidup masyarakat-masyarakat industry dan masyarakat-masyarakat dunia ketiga. Selain itu ia mencatat tumbuh dan berkembangnya Negara-negara industry baru dan semakin meningkatnya komunikasi antarnegara sebagai dampak teknologi komunikasi yang semakin canggih.

Masalah globalisasi diulas pula oleh Waters yang berpandangan bahwa globalisasi berlangsung di tiga bidang kehidupan, yaitu prekonomian, politik, dan budaya.

Teori-teori modern yang terkenal ialah teori modernisasi, teori ketergantungan, dan teori mengenai system dunia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd