Sejarah Perkembangan Sosiologi

Posted on : Maret 25, 2016 | post in : TEORI SOSIAL |Leave a reply |

SEBAB MUNCULNYA SOSIOLOGI
Menurut Peter Berger pemikiran sosiologis berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal yang selama ini dianggap hal yang sudah seharusnya demikian,benar, nyata. Manakala hal yang selama ini menjadi pegangan manusia mengalami krisis, maka mulailah orang melakukan renungan sosiologis.
PARA PERINTIS SOSIOLOGI
Para pemuka pemikiran sosiologis terdiri atas sejumlah tokoh klasik seperti Saint-Siomon, Comte, Spencer, Durkheim, Weber, Marx, dan tokoh modrn seperti Sorokin, Mead, Cooley, Simmel, Goffman, Homans, Thibaut dan Kelly, Blau, Parsons, Merton, Mills, Dahrendorf, Coser, dan Collins. Antara pemikiran para awal dan pemikiran para tokoh sosiologi masa kini terdapat suatu kesinambungan suatu benang merah. Sebagian besar konsep dan teori sosiologi masa kini berakarpada sumbangan pikiran para tokoh klasik.
1. Auguste Comte
Dalam sosiologi, tokoh ini dianggap sebagai Bapak ialah Auguste Comte. Nama “sosiologi” merupakan ciptaannya. Comte pun dianggap positivisne. Sumbanagn pikiran penting lain yang diberikan Comte ialah pembagian sosiologi ke dalam dua bagian besar: statika social (social statics) dan dinamika social (social dynamics).
2. Karl Marx
Sumbangan utama Marx bagi sosiologi terletak pada teorinya mengenai kelas. Menurut Marx perkembangan kerja dalam kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda: kaum bourgeouisie dan kaum proletar. Menurut ramalan Marx konflik yang berlangsung antara kedua kelas akan dimenangkan oleh kaum proletar, yang kemudian akan mendirikan suatu masyarakat tanpa kelas.

3. Emile Durkheim
Buku The Division of Labor in Society (1968) merupakan suatu upaya Durkheim untuk memahami fungsi pembagian kerja dalam masyarakat, serta untuk mengetahui factor penyebabnya. Durkheim melihat bahwa setiap masyarakat manusia memerlukan solidaritas. Membedakan antara dua tipe utama solidaritas: solidaritas mekanik, dan solidaritas organik. Lambat laun pembagian kerja dalam masyarakat semakin berkembang sehingga solidaritas mekanik berubah menjadi solidaritas organik.

4. Max Weber.
Weber merupakan seorang ilmuwan yang sangat produktif. Salah satu bukunya yang terkenal ialah The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism. Dalam buku ini ia mengemukakan tesisnya yang terkenal mengenai keterkaitan antara Etika Protestan dengan munculnya Kapitalisme di Eropa Barat. Sumbangan penting ialah kajian konsep dalam sosiologi dan menyebutkan juga bahwa sosiologi ialah ilmu yang berupaya memahami tindakan social.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd