The concept of socialization- Konsep Sosialisasi

Posted on : Maret 25, 2016 | post in : TEORI SOSIAL |Leave a reply |

Menurut Berger manusia merupakan makhluk tak berdaya karena dilengkapi dengan naluri yang relative tidak lengkap. Oleh sebab itu manusia mangembangkan kebudayaan untuk mengisi kekosongan yang tidak di isi oleh naluri. Berger mendefinisikan sosialisasi sebagai proses melalui mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.

Pemikiran Mead
Dalam teori Mead manusia berkembang secara bertahap melalui interaksi dangan anggota masyarakat lain. Menurut Mead pengembangan diri manusia ini berlangsung melalui tahap play stage, tahap game stage, dan tahap genelazed other. Mead berpandangan bahwa setiap anggota baru masyarakat harus mempelajari peran-peran yang adadalam masyarakat suatu proses yang dinamakannya pangambilan peran (role taking).

Pemikiran Cooley
Menurut Cooley konsep diri seseorang berkembang melalui interaksinya dangan orang lain. Karena kemampuan seseorang untuk mempunyai diri untuk berperan sebagai anggota masyarakat tergantung pada sosialisasi. Oleh karena itu seseorang tidak mengalami sosialisasi tidak akan dapat berinterksi dengan orang lain.
Agen Sosialisasi
Fuller dan Jacobs mengidentifikasi lima agen sosialisasi utama :
• Keluarga
• Kelompok Bermain
• Media Massa
• Sistem Pendidikan

Kesepadanan Pesan Agen Sosialisasi Berlainan

Pesan-pesan yang disampaikan oleh agen sosialisasi yang berlainan tidak selamanya sepadan satu dengan yang lain. Apabila pesan-pesan yang disampaikan oleh agen-agen sosialisasi diharapkan dapat berjalan lancar. Namun apabila pesan berbagai agen sosialisasi saling bertentangan maka warga masyarakat yang menjalani proses sosialisasi serimg mengalami konflik pribadi.
Sosialisasi Primer Dan Sekunder
Setelah sosialisai dini dinamakannya sosialisasi primer kita jumpaisosialisasi sekunder. Salah satu bentuk sosialisasi sekunder yang sering dijumpai dalam masyarakat ialah apa yang dinamakan proses resosialisasi yang didahului dengan proses desosilisasi.

Pola Sosialisasi

Jeager membedakan dua pola sosialisasi. Menurut sosialisasi represif menekankan pda penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Sosialisasi partisipaotris, di pihak lain, merupakan pola yang di dalamnya anak di beri imbalan manakala ia berperilaku baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd