Makrososiologi dan Pengendalian Sosial serta Institusi Sosial

Posted on : Maret 25, 2016 | post in : TEORI SOSIAL |Leave a reply |
  • Pokok Pembahasan Makrososiologi

Makrososiologi menggunakan sudut pandang struktural, sudut pandang klasik Durkheim. Perumusan Durkheim mengenai pokok pembhasan sosiologi menunjukan bahwa pokok perhatiansosiologi ialah tatanan meso dan makro, karena fakta sosial mengacu pada institusi yang mengendalikan individu dalam masyarakat. Durkheim berpandangan bahwa sosiologi ialah ilmu masyarakat dan mempelajari institusi.

Struktur Sosial

Dalam membahasa struktur sosial, Linton menggunakan dua konsep penting: status dan peran. Tipologi lain yang dipopulerkan Linton ialah pembagian status menjadi status yang diperoleh dan status yang diraih.

Masyarakat

Dari berbagai definisi bahwa makrososiologi mempelajari masyarakat. Menurut Parsons masyarakat ialah suatu system sosial yang swasembada melibihi masa hidup individu normal, dan merekrut anggota secara reproduksi biologis serta melkukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya. Shils pun menekankan pada aspek pemenuhan keperluan sendiri yang dibaginya dalam tiga komponen: pangaturan diri, reproduksi sendiri, dan penciptaan diri.

  • Pengendalian Sosial

Berger mendefinisikan pengendalian sosial sebagai berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang membangkang. Roucek mengemukakan bahwa pengendalian sosial adalah suatu istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana maupun tidak melalui mana individu diajarkan, dibujuk ataupun dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup kelompok.

  • Institusi Sosial

Dalam keluarga dikenal berbagai penbedaan, yaitu antar keluarga yang bersistem konsanguinal dan keluarga konjungal, antara keluarga oreintasi dan prokreasi, dan antara keluarga batih dan keluarga luas. Kita mengenal beberapa tipe keluarga luas, seperti joint family, dan keluarga luas virilokal.

Pokok bahasan utama dalam sosiologi pendidikan ialah institusi pendidikan Formal. Institusi pendidikan dikaitkan dengan berbagai fungsi. Dalam kaitan ini ada ahi sosiologi membedakan antara fungsi manifes dan fungsi laten.

Agama merupakan suatu institusi penting yang mengatur kehidupan manusia. Menurut definisi Durkheim agama ialah suatu system terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci, dan bahwa kepercayaan dan praktik tersebut mempersatukan semua orang beriman ke dalam suatu komunitas moral yang di namakan umat.

Sosiologi mempelajari institusi politik, yaitu perangkat aturan dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang. Sosiologi politik mempelajari pula proses politik. Suatu masalah yang menjadi pokok perhatian sosiologi politik ialah factor yang menyebabkan terjadinya konflik dan consensus.

Weber dan Michels memusatkan perhatian mereka pada hubungan antara birokrasi dan demokrasi. Keduanya berpandangan bahwa baik organisasi sosialis maupun kapitalis akan mempunyai kecenderungan untuk manjadi organisasi yang bersifat birokratis dan oligarkis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd