Implant

Posted on : Maret 28, 2016 | post in : TEORI KESEHATAN |Leave a reply |

KB secara hormonal yang cara pemakaiannya dengan memasukkan tabung yang berisi hormon  kedalam  lengan (bawah kulit). Implant adalah obat kontrasepsi yang berbentuk seperti tabung kecil, kira-kira sebesar korek api. Didalamnya terkandung hormon progesteron yang akan dikeluarkan sedikit demi sedikit. Serta merupakan kontrasepsi reversible yang efektif melindungi PUS (Pasangan Usia Subur) dari kehamilan hingga 3 tahun. Susuk KB tidak akan mengganggu kesuburan setelah dikeluarkan . Dalam satu bulan pada umumnya haid kembali biasa lagi. Implant tidak bisa dilihat karena tersembunyi di bawah kulit, tetapi bisa dirasakan dengan menyentuh lengan di bagian susuk itu (Hartanto, 2004).

Jenis-Jenis Implant

  • Terdiri dari 6 batang silastik lembut, berongga dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 ml, yang diisi dengan 36 mg levonogestrel dan lama kerjanya 5 tahun.
  • Terdiri dari 1 batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 ml, dan diameter 2 ml, yang diisi dengan 68 ml 3-keto-desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
  • Jadena dan indoplant. Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg levenogestrel dengan lama kerja 3 tahun.

Cara Kerja

Susuk KB akan efektif selama beberapa jam setelah dipasang. Cara bekerja susuk KB mirip dengan pil KB. Isinya mengandung salah satu hormon pil KB. Hormon ini mencegah kehamilan., hormon ini berada di dalam batang yang kecil, tipis dan lentur. Panjangnya 4 cm, terbuat dari plastik dan dimasukkan ke bawah kulit di sisi dalam lengan wanita. Hormon progesteron yang dilepaskan implant akan menghambat terjadinya ovulasi, menyebabkan selaput lendir atau endometrium tidak siap menerima pembuahan. Susuk ini mencegah kehamilan dengan cara: Menghalangi indung telur membuat telur setiap bulan dan memperkental lendir yang ada di leher rahim (jalan masuk ke kandungan) wanita, yang mempersulit mani untuk menerobos dan membuahi telur (Hartanto, 2004).

Keuntungan dan Kerugian Implant

1.Keuntungan

  • Pencegah kehamilan yang manjur selama 3 tahun
  • Tidak perlu setiap hari mengingat-ingat memakai pencegah kehamilan
  • Tidak merepotkan kalau bercampur dengan suami
  • Harga terjangkau

2.Kerugian

  • Pemakai susuk mengalami perubahan haid. Kebanyakan wanita perdarahannya lebih sedikit daripada sebelumnya tetapi ada yang malah lebih sering atau lama.
  • Ada yang terkena dampak sampingannya, termasuk sakit kepala dan jerawat.
  • Tidak melindungi dari infeksi penyakit kelamin menular, HIV/AIDS atau Hepatitis B.

Cara Pemasangan

Untuk memasukkan implant diperlukan pembiusan setempat dan lamanya sekitar 1 menit. Mengeluarkannya pun memerlukan pembiusan setempat serta irisan kecil yang mungkin meninggalkan bekas kecil. Memasukkan dan mengeluarkan susuk harus dilakukan oleh seseorang yang mahir dalam caranya. Setelah masuk bisa dirasakan susuknya, tapi tidak kelihatan. Kalau  tidak bisa dirasakan, laporkanlah kepada dokter atau bidan (Hartanto, 2004).

Susuk tidak menyakitkan, tetapi mungkin memar dan merasa rawan setelah dimasukkan  maupun dikeluarkan, yang bisa sampai seminggu lamanya. Bila pemasangan dilakukan dengan cara benar susuk KB akan tetap berada di bawah kulit dImana implant ditempatkan, implant ini flexible dan tidak dapat patah pada lengan klien, implant ini secara alamiah akan dikelilingi oleh lapisan pelindung dari fibrous tissue. Instruksi untuk pasien yaitu: (Hartanto, 2004).

  1. Daerah insersi harus tetap dibiarkan kering dan bersih selama 48 jam pertama. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi pada luka insisi.
  2. Perlu dijelaskan bahwa mungkin terjadi sedikit rasa perih, pembengkakan, atau lebam pada daerah insisi. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan.
  3. Perku dijelaskan bahwa selama beberapa hari mungkin akan merasa agak gatal – sebaiknya hindarkanlah menggaruk kulitnya.
  4. Pekerjaan rutin harian tetap kerjakan. Namun, hindari benturan, gesekan, atau penekanan pada daerah insersi.
  5. Balutan penekanan jangan dibuka selama 48 jam, sedangkan plester dipertahankan hingga luka sembuh (biasanya 5 hari).
  6. Setelah luka sembuh, daerah tersebut dapat disentuh dan dicuci dengan tekanan yang wajar.
  7. Bila ditemukan adanya tanda-tanda infeksi seperti demam, peradangan, atau bila rasa sakit menetap selama beberapa hari, segera kembali ke klinik.
  8. Klien di anjurkan untuk kembali melaksanakan  kunjungan sedikitnya setahun sekali dan akan lebih baik bila merupakan bagian dari gynecological check up.

Standar Operasional Prosedur Pelayanan Kebidanan Dalam Pemasangan Implant

Bidan melakukan tindakan pemasangan implant untuk memberikan Pelayanan KB memperhatikan kenyamanan Pasien. Tempat Pemasangan di bawah kulit pada sisi bagian bawah lengan wanita, yang terdiri dari 2 kapsul yang mengandung hormo levanorgestel. Standar Operasional Prosedur dalam Pemasangan Implant, dapat dilihat pada tabel 2.1 sebagai berikut:

Tabel 2.1

Standar Operasional Prosedur dalam Pemasangan Implant

Persiapan Pelaksanaan
§ Persiapan Alat:

Bak instrumen berisi:

–  Trokar no. 10 dan mandarin

–  Skapel no. 11 atau no. 15

–  Sarung tangan

–  Pinset chirurgic/anatomi sedang

–  Komkecil 3 buah yang berisi betadine, alcohol, aquadesr

–  Kasa

 

§ Kapsul norplant dalam kemasan

Band aid

Disposible 5cc

Lidokain 1%

Kasa gulung/pembalut

Bengkok

Spidol

Perlak dan pengalas

Duk berlubang

Tempat sampah

Larutan klorin 0,5%

§  Inform consent, siapkan klien suruh cuci lengan yang akan dipasang implant dengan sabun dan air lalu keringkan.

 

§  Persiapkan alat, bahan dan perlengkapan secara

§   ergonomic.

§  Akseptor naik ke tempat tidur, pasang perlak dan pengalas pada lengan yang akan dipasang implant.

§  Tentukan tempat pemasangan yang optimal 6-8 cm di atas lipatan siku pada bagian dalam lengan diatur antara otot bisep dan trisep.

§  Cuci tangan dengan benar.

§  Pasang sarung tangan, kemudian ambil anastesi lidocain dengan tehnik one hand, kemudian pasang sarung tangan kiri.

§  Usap/bersihkan daerah insersi dengan larutan antiseptic kearah luar dengan gerakan melingkar, kemudian tutup dangan duk berlubang.

§  Masukan jarum suntik 45otepat pada daeah yang akan diinsisi, tarik jarum pelan-pelan sambil menyuntikan lidokain 1%. Pada titik insisi 0,5cc aspirasi dan antara titik 1 & 20 0,5cc.

§  Lakukan pengecekan apakah pasien masih merasa sakit.

§  Buat insisi dangkal, hanya untuk menembus kulit dengan posisi 45o subkutan dengan diameter insisi0,3-0,5cm.

§  Masukkan trokar dan pendorong melalui luka  insisi dengan posisi lubang menghadap ke atas menuju tempat pemasangan sampai tanda 1 berada pada tempat insisi, cabut pendorong.

§  Masukan kapsul pertama ke dalam trokar dengan pinset sampai seluruh kapsul masuk ke dalam trokar.

§  Masukan kembali pendorong, dorong kapsul perlahan-lahan menuju ujung trokar sampai ada tahanan.

§  Tarik trokar dengan ibu jari dan telunjuk kearah insisi dan pangkalnya menyentuh pegangan pendorong.

§  Pastikan posisi kapsul implant sudah tepat dengan meraba ujung kapsul dengan jari,

§  Geser trokar kearah 15o laterl kanan mengikuti pola, masukan kembali trokar pelan-pelan.

§  Raba kedua kapsul, untuk memastikan implant terpasang dengan baik.

§  Keluarkan trokar pelan-pelan.

§  Bersihkan tempat insisi, dan sekitarnya dengan alkohol.

§  Dekatkan kedua tepi luka insisi, tutup dengan band aid dan balut dengan kasa pembalut.

§  Bereskan alat, rendam dilarutkan klorin 0,5 % dan bereskan klien.

§  Lepaskan sarung tangan dan rendam dilarutkan klorin 0,5 %. Cuci tangan di air mengalir dengan menggunakan sabun.

§  Amati klien selama 5 menit sebelum klien pulang.

§  Buat catatan medik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd