Konsep Appendiksitis

Posted on : Maret 28, 2016 | post in : TEORI KESEHATAN |Leave a reply |

Pengertian

Appendiksitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomrn akut yang paling sering (Mansjoer,dkk 2000). Appendisitis atau radang apendiks merupakan kasus infeksi intra abdominal (Alhadrami,dkk 2006). Appendisitis adalah suatu peradangan pada apendiks yang berbentuk cacing, yang berlokasi pada katup ileokal (Barbara c Long 1996). Appendiksitis adalah peradangan appendiks yang paling sering terjadi pada remaja dan orang dewasa (Mary K dan Catherine,1993).

Dari defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa appendiksitis adalah peradangan pada appendiks vermiformis yang berbentuk cacing, sering terjadi pada remaja dan orang dewasa, merupakan penyebab akut serta sering menimbulkan keluhan yang mengganggu.

Anatomi Fisiologi

Appendiks merupakan organ berbentuk tabung , sempit berkisar antara 6-9 cm dan berpangkal di sekum, lumennya sempit dibagian proksimal dan melebar di bagian distal. Posisinya paling umum retrosekal dan retrocolic. Pada bayi, appendiks berbentuk kerucut, lebar pada pangkalnya dan menyempit kearah ujungnya, ini mungkin menjadi sebab insiden appendiksitis pada usia tersebut.

Persyarafan parasimpatis berasal dari cabang nervus vagus yang mengikuti arteri mesentrika superior dan arteri appendikularis, sedangkan persyarafan parasimpatis berasal dari nervus torakalis X. Oleh karena itu nyeri visereal pada appendiksitis bermula di sekitar umbilicus.

Fungsi appendiks belum diketahui dengan pasti. Terkadang appendiks disebut “Tonsil Abdoment” karena banyak ditemukan banyak jaringan lompoid sejak intra uterin akhir kehamilan dan mencapai puncaknya kira-kira 15 tahun, dan kemudian mengalami atropi serta praktis menghilang pada usia 60 tahun (S.A.Abdurrahman,1990)

Etiologi Appendiksitis

Menurut R.Sjamsuhidayat dan Win De Jong (Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam,1987), menyebutkan beberapa faktor yang memegang peranan penting dalam patogenesis appendiksitis,yaitu :

1.Obstruksi

Obstruksi disebabkan oleh fecalit (faeces yang mengeras), benda asing, cacing Ascaris dan Oxiurus Vermicularis, hyperplasia jaringan limfoid, tumor appendiks, kangker primer.

2.Infeksi

Infeksi yang disebabkan oleh kuman –kuman Escherichia Coli (80%) dan selebihnya kuman streptococcus.

Klasifikasi Appendiksitis

Menurut R.Sjamsuhidayat dan Wim De Jong (Dalam Ilmu Penyakit dalam,1978), klasifikasi appendisitis dibagi dua, yaitu :

1.Appendisitis akut

  • Appendiksitis purulenta (suppurative) difusa. Disertai pembentukan nanah, jika radangnya lebih mengeras dapat terjadi nekrosis dan pembusukan, disebut appendiksitis gangrenosa atau plegmorosa.
  • Appendiksitis akut fokalis atau segmentalis. Hanya bagian distal yang meradang, tetapi seluruh rongga appendiks 1/3 distal berisi nanah.

2.Appendiksitis kronik

  • Appendiksitis kronik fokalis. Secara mikroskopis tampak fibrosis setempat yang melingkar, sehingga dapat menyebabkan stenosis.
  • Appendiksitis kronik obliterative. Terjadi fibrosis yang luas sepanjang appendiks pada jaringan submukosa dan subserosa, sehingga terjadi obliterasi (hilangnya lumen), terutama bagian distal, dengan menghilangnya selaput lender pada bagian itu.

Penatalaksanaan

Menurut Mansjoer,dkk (2002), penatalaksanaan pada pasien Appendiksitis adalah pemeriksaan diagnosa penunjang dan tindakan pembedahan Appendiktomi setelah diyakini pasien tersebut mengalami appendiksitis. Appendiktomi merupakan suatu tindakan pembedahan dinding abdomen kuadran kanan bawah secara horizontal.

Sementara menurut Potter (2006) appendiktomi merupakan tindakan insisi dinding abdomen guna mengeluarkan appendik yang mengalami infeksi dengan tindakan pemotongan guna menghindari terjadinya perporasi yang dapat berakibat kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd