Konsep Pembedahan Pembedahan

Posted on : Maret 28, 2016 | post in : TEORI KESEHATAN |Leave a reply |

Pengertian

Menurut Barbara (1996) pembedahan merupakan salah satu bentuk terapi medis, sedangkan menurut Dortland (1995) bahwa pembedahan adalah setiap tindakan yang dilakukan dengan instrument atau dengan tangan seorang ahli bedah.

Tipe Pembedahan

Pembedahan dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara yang diantaranya lokasi, luas jangkauan dan tujuan dari tindakan.

  • Lokasi

Tindakan pembedahan dapat dilakukan aksternal atau internal, pada pembedahan eksternal kulit jaringan yang dibawahnya dapat dijangkau oleh ahli bedah, bedah eksternal mendatangkan kerugian seperti menimbulkan jaringan parut, perubahan penampilan.

  • Luas Jangkauan

Pembedahan ini dapat diklasifikasikan sebagai minor/kecilatau mayor/besar. Operasi kecil adalah bedah sederhana yang beresiko terhadap kematian cukup kecil, sementara operasi besar dilaksanakan dengan anastesi umum diunit pembedahan.

  • Tujuan

Tindakan pembedahan yang dilakukan merupakan upaya dalam menegakkan diagnostic, kuratif, retoratif dan kosmetik. Dalam hal menentukan sebab gejala, mengangkat bagian yang sakit dan memperbaiki bentuk merupakan indikasi lain dalam melakukan tindakan operasi. (Barbara,1996)

 Pengaruh pembedahan terhadap pasien

Tindakan pembedahan adalah ancaman potensial actual terhadap integritas orang baik secara fisiologis maupun psikologis. Reaksi stres psikologis berkaitan erat dengan tindakan pembedahan, lebih luas daerah operasi maka lebih besar respon fisiologis yang ditimbulkan.

  • Respon fisiologis

Operasi besar merupakan stressor kepada tubuh dan memicu respon neuro, respon terjadi pada syaraf simpatik dan respon hormonal yang bertugas melindungi tubuh dari ancaman cidera.

  • Respon Psikologis

Sebahagian kecemasan yang melatarbelakangi pre operasi adalah elusive/keinginan mengelak dan ada kecendrungan anggapan bahwa takut oleh yang belum diketahui adalah umum akan tetapi takut akan anastesi adalah maut “Tidur terus tidak bangun kembali”

  • Respon berdasarkan usia

Pembedahan dapat dilaksanakan pada setiap orang dalam berbagai tingkatan usia.Kemampuan orang yang telah dewasa untuk mentolerir pembedahan tergantung dengan luasnya perubahan fisiologis.

Lebih banyak terjadi perubahan, lebih potensial untuk perkembangan komplikasi pasca pembedahan.

Faktor-faktor resiko terhadap pembedahan

1.Nutrisi

Pasien yang mengalami malnutrisi lebih beresiko terhadap penyembuhan pasca pembedahan dibandingkan dengan orang yang lebih baik kondisi nutrisinya sehingga mereka ebih mudah menderita komplikasi pasca pembedahan, penyembuhan luka enjadi lebih lamban pada pasien yang mengalami gangguan gizi. Bila tindakan pemedahan tidak merupakan keadan darurat maka pasien tersebut dianjurkan agar gizinya terlebih dahulu dibenahi.

2.Penyakit kronis

Penyakit paru-paru merupakan salah satu penyakit yang dapat mempengaruhi respon seseorang terhadap anastesi dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan masalah respiratori. Pada pasien dengan riwayat akhir mengidap penyakit infeksi respiratori, pembedahan akan ditangguhkan sampai dengan kondisinya memungkinkan.

3.Persiapan psikologis

Kesiapan mental pasien yang akan menjalani tindakan pembedahan amat diperlukan untuk menjaga kemapuan cardiovaskuler dalam keadaan stabil ketika akan memasuki ruang operasi dan ketika setelah tindakan pembedahan dilakukan sehingga dapat mempengaruhi percepatan pemulihan pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd