Kontrasepsi Pil KB

Posted on : Maret 30, 2016 | post in : TEORI KESEHATAN |Leave a reply |
  • Definisi Pil KB

Pil KB adalah untuk mencegah terjadinya kehamilan yang mengandung hormon Estrogen dan Progesterone atau hanya mengandung Progesterone saja (BKKBN, 1991).

  • Cara Kerja Pil KB

Menurut Katzung, 1989 Cara kerja Pil KB di dalam tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  1. Menekan sekresi FSH untuk menghalangi maturasi folikel dan ovarium.
  2. Mencegah lepasnya sel telur wanita dari indung telur (ovulasi).
  3. Dengan dosis tinggi hormon Estrogen dapat mempercepat perjalanan ovum.
  4. Menyulitkan terjadinya implamasi dalam endometrium dari ovum yang sudah dibuahi.
  5. Mengentalkan dinding serviks uteri (mulut rahim) sehingga sel mani (sperma) tidak dapat masuk ke dalam rahim.
  • Macam-Macam Pil KB
  1. Tipe Kombinasi

Didalam suatu rangkaian biasanya terdapat 20, 21, atau 22 tablet, tergantung pada setiap tablet berisi Estrogen dan Progesteron dalam dosis tertentu pabrik pembuatannya.

Misalnya :  a)  Previson (20 tablet)

  1. b) Ovral, Eugynon, Ovulen (21 tablet)
  2. c) Lyndiol (22 tablet)
  3. Tipe Urutan (Sekuensial)

Biasanya terdiri dari 21 tablet, tablet nomor 1 sampai dengan 15 atau 16 hanya berisi Estrogen. Tablet nomor 16 atau 17 dan berikutnya sampai yang terakhir berisi campuran Estrogen dan Progesterone. Kedua macam Pil ini dibedakan dengan warnanya.

Misalnya : Ovin

  1. Tipe Berangkai (Serial)

Hampir sama dengan tipe kombinasi atau tipe urutan, tetapi ditambahkan dengan beberapa tablet (biasanya 7 buah) yang berisi vitamin dan mineral (tidak berisi hormon), sehingga jumlah tablet menjadi 28 buah/tablet. Tablet yang tidak berisi hormon ini disebut Plasebo, maksud dari penambahan Palsebo ini agar si Ibu tidak lupa memakan Pil karena begitu rangkaian atau seri habis, ia harus melanjutkannya dengan rangkaian yang baru, tanpa diselingi oleh waktu istirahat.

Contohnya :          a) Serial 28

  1. b) Ovulen Fe 28
  2. c) Eugynon
  3. d) Pil KB (Neogynon)

  • Efek Samping Pil KB

Menurut Francis (1998), Pil KB dapat menyebabkan terjadinya beberapa efek samping di dalam tubuh manusia yaitu :

  1. Efek  Terhadap Dada (Payudara). hormon Estrogen pada kontrasepsi hormonal merangsang kelenjar payudara dan menekan laktasis.
  2. Efek Terhadap Metabolisme Lemak. Estrogen meningkatkn Lipoprotein Densitas Tinggi (HDL) dan Lipoprotein Densitas Sangat Rendah (VLDL) sementara menurunkan Lipoprotein Densitas Rendah (LDL) pada wanita muda dengan lemak normal, keadaan tersebut menyebabkan tingginya Trigliserida dalam sirkulasi, demikian juga dengan kadar kolesterol bebas dan teresterifikasi. Pada wanita tua kadar kolesterol yang lebih tinggi, biasanya tampak mengalami penurunan akibat berkurangnya LDL. Kadar Fosfolipid meningkat, meskipun efek-efek ini jelas terlihat dengan dosis 100 mg Mestranol atau Etinil Estradiol, dosis 50 mg atau kurang menimbulka efek minimal. Progestin khususnya derivat 19-Nortestosteron-Cenderung mengantagonisir efek estrogen. Preparat-preparat yang mengandung  estrogen dalam jumlah kecil dan suatu Progestin dapat sedikit mengurangi Trigliserida dan Lipoprotein Densitas Tinggi (HDL).
  3. Efek Terhadap Sistem Saraf Pusat. Estrogen cenderung menurunkan ambang rangsang dalam otak, sedangkan Progesterone cenderung menaikkan. Kerja Termologik terjadi dalam susunan saraf penekanan fungsi ovarium akibat penghambatan Osekkresi Gonatropin disebabkan oleh pengaruh atas pengaruh Hipotalamus atau bagian susunan saraf lainnya. Aktivitas yang dihasilkan oleh obat ini mungkin menyebabkan pengaruh pada perubahan tingkah laku dan efek emosi.
  4. Efek Terhadap Hati. Estrogen meningkatkan sintesis berbagai Globulin Transpor dan Fibrinogen dan mengurangi sintesis Haptoglobin Serum. Perubahan penting dalam sekresi dan metabolisme obat juga terjadi di hati. Estrogen dalam jumlah yang ditemukan pada kehamilan ataupun setelah menelan obat kontrasepsi oral dapat memperlambat bersihan Sulfobromoftalein (BSP) dan mengurangi aliran empedu. Kontrasepsi oral meningkatkan saturasi kolesterol dalam empedu, dan rasio asam kolat terhadap asam Kenodeoksikolat juga meningkat. Perubahan-perubahan ini dapat menjadi penyebab meningkatnya kasus-kasus Kolelitiasis yang diamati pada pemakaian obat-obat ini.
  5. Efek Terhadap Metabolisme Karbohidrat. Pemberian kontrasepsi oral menyebabkan perubahan metabolisme Karbohidrat serupa pada kehamilan. Terjadi penurunan kecepatan Absorbsi Karbohidrat Kadar Basal Insulin dan peningkatan insulin yang diinduksikan oleh makan Karbohidrat. Dapat juga terjadi penurunan Progresif dalam toleransi glukosa yang bersifat reversibel dengan penghentian obat.
  6. Efek Terhadap Endokrin. Estrogen merubah struktur dan fungsi Adrenal. Estrogen meningkatkan konsentrasi Globulin-a2 Plasma, yang mengikat Hidrokartison. Preparatini menyebabkan perubahan dalam sistem Anggiotensin Aldosteron
  7. Efek Terhadap Hematologik. Fenomena Troboembolik serius yang terjadi pada wanita-wanita yang mendapat kontraseosi oral telah banyak merangsang penelitian mengenai efek-efek obat terhadap koagulasi darah, secara umum, perubahan-perubahan yang diamati, serupa dengan yang dilaporkan pada kehamilan yang termasuk peningkatan faktor VII, VI. II, IX, X, diperlukan dosis Derivat Kumarin yang lebih besar untuk memperpanjang masa Protrombin pada pasien-pasien yang mendapat kontasepsi oral. Respons agresi trombosit terhadap katekolamin juga meningkat. Kontrasepsi oral menghambat konversi Folat Poliglutamat yang dijumpai dalam makanan menjadi Folat Monoglutamat yang akan diabsorbsi oleh saluran cerna, dengan demikian dapat menyebabkan Anemia Defisiansi Asam Folat, yang dapat dipulihkan dengan Suplemen Asam Folat atau menghentikan penggunaan kontraseopsi oral.
  8. Efek Terhadap Kardiovaskuler. bat ini dapat meningkatkan curah jantung yang disertai sedikit peningkatan tekanan darah dan diastol, dan denyut jantung. Tekanan darah meningkat patologik terjadi pada sejumlah kecil pasien dimana tekanan dengan lambat kembali kenormal. Jika pengobatan dihentikan adalah penting untuk memantau tekanan darah pada setiap pasien.
  9. Efek Terhadap Dermatologik. Kontrasepsioral menambah pigmentasi (Kloasma) efek ini bertambah pada wanita yang warna kulitnya gelap dan pemaparan sinar matahari. Estogen juga mengecilkan ukuran pori dan menyebabkan Akne pada beberapa pasien   (htt://situs.kesrepro.info/kb).
  • Indikasi Pil KB

Pil dapat diberikan pada semua wanita bersuami yang memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. Tidak sedang hamil
  2. Tidak ada kontraindikasi

Selain indikasi diatas, Pil KB juga diidikasikan  untuk wanita-wanita yang ingin mencegah munculnya penyakit-penyakit berat. Seperti menurunkan resiko kejadian Tumor Jinak di Payudara, Kanker Endometrium dan Kanker Ovarium  (Farid, 1996)

Kontrasepsi oral meningkatkan resiko tekanan darah, terlihat dari insiden peningkatan tekanan darah 3-6 kali lipat pada wanita yang mengonsumsi kontrasepsi oral. Ada satuhal yang menyangkut tentang wanita dan obat-obatan, antara lain Pil Anti Hamil yang dapat meningkatkan tekanan darah sampai pada   suatu taraf yang tidak diinginkan. Kira-kira 15-20% dari semua wanita yang minum Pil KB memperlihatkan peningkatan tekanan darah (Khatzung, 1989).

  • Kontaindikasi Pil KB

Pil KB dilarang menggunakannya pada saat  keadaan OS :

Larangan tidak mutlak  :

  1. Hipertensi
  2. Diabetes melitus
  3. Perdarahan pervagina
  4. Penyakit ginjal
  5. Penyakit jantung

Sedangkan larangan yang mutlak :

  1. Wanita hamil
  2. Kelainan pembuluh darah di otak
  3. Gangguan pembekuan darah
  4. Gangguan fungsi hati
  5. Tumor di rahim.

Mekanisme Kerja Kontrasepsi Hormonal (Pil KB)

Perkembangan IPTEK hormonal telah mempelajari bahwa Estrogen dan Progesteron memberikan umpan balik terhadap kelenjar Hipofisis melalui Hipotalamus sehingga terjadi hambatan terhadap perkembangan Folikel dan proses Ovulasi.

Melalui Hipotalamus dan Hipofisis, Estrogen dapat menghambat pengeluaran Folikel Stimulating Hormon (FSH), sehingga perkembangan dan pematangan Folikel De Graaf tidak terjadi. Disamping itu, Progesteron dapat menghambat pengeluaran Hormon Luteinizing (LH). Estrogen mempercepat peristaltik tuba sehingga hasil konsepsi mencapai Uterus Endometrium yang belum siap untuk menerima Implantasi.(Silvia,1995)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd