Mikrokontroler Atmega8535

Posted on : April 4, 2016 | post in : Electro,HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

Mikrokontroler Atmega8535

      Arsitektur mikrokontroler jenis AVR pertama kali dikembangkan pada tahun 1996 oleh dua orang mahasiswa Norwegian Institute of Technology yaitu Alf-Egil Bogen dan Vegard Wollan. Mikrokontroler AVR kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Atmel. Seri pertama AVR yang dikeluarkan adalah mikrokontroler 8 bit AT90S8515, dengan konfigurasi pin yang sama dengan mikrokontroler 8051, termasuk address dan data bus yang termultipleksi.

      Mikrokontroler AVR menggunakan teknologi RISC dimana set instruksinya dikurangi dari segi ukurannya dan mode pengalamatannya. Pada awal era industri komputer, bahasa pemrograman masih menggunakan kode mesin dan bahasa assembly. Untuk mempermudah dalam pemrograman para desainer komputer kemudian mengembangkan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang mudah dipahami manusia. Namun akibatnya, instruksi yang ada menjadi semakin komplek dan membutuhkan lebih banyak memori dan tentu saja siklus eksekusi instruksinya menjadi semakin lama. Dalam AVR dengan arsitektur RISC 8 bit, semua instruksi berukuran 16 bit dan sebagian besar dieksekusi dalam 1 siklus clock. Berbeda dengan mikrokontroler MCS-51 yang instruksinya bervariasi antara 8 bit sampai 32 bit dan dieksekusi selama 1 sampai 4 siklus mesin, dimana 1 siklus mesin membutuhkan 12 periode clock.

a1

Dalam perkembangannya, AVR dibagi menjadi beberapa varian yaitu AT90Sxx, Atmega, AT86RFxx dan ATTiny. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing varian adalah kapasitas memori dan beberapa fitur tambahan saja.

Karakteristik Mikrokontroler AVR seri Atmega8535

     Mikrokontroler AVR Atmega8535 memiliki beberapa arsitektur diantaranya adalah:

  1. Frekuensi clock maksimum 16 MHz
  2. Jalur I/O 32 buah, yang terbagi dalam PortA, PortB, PortC dan PortD
  3. Analog to Digital Converter 10 bit sebanyak 8 input
  4. Timer/Counter sebanyak 3 buah
  5. CPU 8 bit yang terdiri dari 32 register
  6. Watchdog Timer dengan osilator internal
  7. SRAM sebesar 512 byte
  8. Memori Flash sebesar 8 Kbyte dengan kemampuan read while write
  9. Interrupt internal maupun eksternal
  10. Port komunikasi SPI
  11. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi
  12. Analog comparator
  13. Komunikasi serial standar USART dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps

Fitur AVR Atmega8535

        Mikrokontroler AVR Atmega8535 memiliki beberapa fitur sebagai berikut:

  1. Sistem mikroprosesor 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz.
  2. Kapabilitas memori flash 8 KB, SRAM sebesar 512 byte dan EEPROM sebesar 512 byte.
  3. ADC internal dengan fidelitas 10 bit sebanyak 8 saluran.
  4. Port komunikasi serial ( USART ) dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps.
  5. Enam pilihan mode sleep untuk menghemat penggunaan daya listrik.

Konstruksi Atmega8535

            Mikrokontroler Atmega8535 memiliki 3 jenis memori, yaitu memori program, memori data dan memori EEPROM. Ketiganya memiliki ruang sendiri dan terpisah.

  • Memori Program

            Atmega8535 memiliki kapasitas memori progam sebesar 8 Kbyte yang terpetakan dari alamat 0000h – 0FFFh dimana masing-masing alamat memiliki lebar data 16 bit.

  • Memori Data

            Atmega8535 memiliki kapasitas memori data sebesar 608 byte yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu register serba guna, register I/O dan SRAM. Atmega8535 memiliki 32 byte register serba guna, 64 byte register I/O yang dapat diakses sebagai bagian dari memori RAM (menggunakan instuksi LD atau ST) atau dapat juga diakses sebagai I/O (menggunakan instruksi IN atau OUT), dan 512 byte digunakan untuk memori data SRAM.

  • Memori EEPROM

            Atmega8535 memiliki memori EEPROM sebesar 512 byte yang terpisah dari memori program maupun memori data. Memori EEPROM ini hanya dapat diakses dengan menggunakan register-register I/O yaitu register EEPROM Address, register EEPROM Data, dan register EEPROM Control. Untuk mengakses memori EEPROM ini diperlakukan seperti mengakses data eksternal, sehingga waktu eksekusinya relatif lebih lama bila dibandingkan dengan mengakses data dari SRAM.

     Pada Atmega8535, secara umum pengaturan mode syncrhronous maupun asyncrhronous adalah sama. Perbedaannya hanyalah terletak pada sumber clock saja. Jika pada mode asyncrhronous masing-masing peripheral memiliki sumber clock sendiri, maka pada mode syncrhronous hanya ada satu sumber clock yang digunakan secara bersama-sama. Dengan demikian, secara hardware untuk mode asyncrhronous hanya membutuhkan 2 pin yaitu TXD dan RXD, sedangkan untuk mode syncrhronous harus 3 pin yaitu TXD, RXD dan XCK.

 Pin-pin pada Mikrokontroler Atmega8535

     Konfigurasi pin Atmega8535 dengan kemasan 40 pin DIP (Dual Inline Package) dapat dilihat pada Gambar 2.2 Dari gambar tersebut dapat dijelaskan fungsi dari masing-masing pin Atmega8535 sebagai berikut:

  1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai masukan catu daya.
  2. GND merupakan pin Ground.
  3. Port A (PortA0…PortA7) merupakan pin input/output dua arah dan pin masukan ADC.
  4. Port B (PortB0…PortB7) merupakan pin input/output dua arah.
  5. Port C (PortC0…PortC7) merupakan pin input/output dua arah.
  6. Port D (PortD0…PortD7) merupakan pin input/output dua arah.
  7. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler.
  8. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal.
  9. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.
  10. AREFF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC. [5]

a2

Sistem Minimum

         Seperti terlihat pada Gambar 2.3 rangkaian sistem minimum adalah rangkaian minimal agar mikrokontroler dapat bekerja (running).

 a3

            Rangkaian sistem minimum dilengkapi dengan rangkaian clock yang berfungsi memberikan frekuensi kerja untuk mikrokontroler, clock ini pula yang menjadi panduan dalam programming pada mikrokontroler, karena akan mempengaruhi waktu eksekusi dan proses yang terjadi dalam mikrokontroler. [6]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd