Muatan listrik

Posted on : April 10, 2016 | post in : Electro,HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

Partikel – partikel koloid mempunyai muatan listrik akibat penyerapan ion – ion dalam larutan. Muatan partikel ini dapat positif atau negatif. Muatan listrik partkel dapat disebabkan oleh dua hal :

  1. Ionisasi dari partikel koloidnya sendiri
  2. Adsorpsi selektif ion – ion dalam larutan oleh partikel koloid

Adsorpsi selektif dari ion – ion dalam larutan oleh partikel koloid menyebabkan terjadinya lapisan listrik rangkap, partikel koloid menyerap ion positif, ion-ion ini kemudian menyerap ion negative, tetapi jumlah -jumlahnya yang diserap lebih sedikit dari ion positif yang ada.

Disini terjadi lapisan listrik rangkap, yang berkedudukan tetap. Antara permukaan partikel koloid dan larutan terjadi beda potensial, yang disebut potensial elektrokinetik atau tegangan zeta. Ion – ion positif dan negatif diluar lapisan listrik rangkap dapat bergerak bebas didalam larutan.

Kekeruhan merupakan sifat fisik air yang menyebabkan air tidak produktif karena menghalangi masuknya sinar matahari untuk fotosintesa. Kekeruhan ini disebabkan air mengandung begitu banyak partikel tersuspensi sehingga mengubah bentuk tampilan menjadi berwarna dan kotor. Adapun penyebab kekeruhan ini antara lain meliputi tanah liat, lumpur, bahan-bahan organik yang tersebar secara baik dan partikel-partikel kecil tersuspensi lainnya. Tingkat kekeruhan air di perairan mempengaruhi tingkat kedalaman pencahayaan matahari, semakin keruh suatu badan air maka semakin menghambat sinar matahari masuk ke dalam air. Pengaruh tingkat pencahayaan matahari sangat besar pada metabolisme makhluk hidup dalam air, jika cahaya matahari yang masuk berkurang maka makhluk hidup dalam air terganggu, khususnya makhluk hidup pada kedalaman air tertentu, demikian pula sebaliknya.

Kekeruhan erat sekali hubungan dengan kadar zat tersuspensi dalam air tersebut. Zat tersuspensi yang ada dalam air terdiri dari berbagai macam zat, seperti pasir halus, liat dan lumpur alami yang merupakan bahan-bahan anorganik atau dapat pula berupa bahan-bahan organik yang melayang-layang dalam air. Bahan-bahan organik yang merupakan zat tersuspensi yang terdiri dari berbagai jenis senyawa seperti selulosa, lemak, protein yang melayang-layang dalam air atau dapat juga berupa mikroorganisme seperti bakteri, algae, dan lainnya. Bahan-bahan organik ini selain berasal dari sumber-sumber alamiah juga berasal dari buangan kegiatan manusia seperti kegiatan industri, pertanian dan pertambangan atau kegiatan rumah tangga. Kekuruhan memang disebabkan karena adanya zar tersuspensi dalam air, namun karena zat-zat tersuspensi tersebutterdiri dari berbagai macam zat yang bentuk dan berat jenisnya berbeda-beda maka kekeruha tidak selalu sebanding dengan kadar zat tersuspensi [5].

Kekeruhan air sungai sangat dipengaruhi oleh erosi yang meliputi proses pelepasan,penghanyutan (meningkatkan tingkat kekeruhan air) serta pengendapan. Hal ini akan menyebabkan turunya produktifitas lahan pertanian dan kwalitas air serta mengurangi kapasitas air.

Pengaruh meningkatnya kekeruhan adalah berkurangnya penetrasi cahaya yang berdampak pada menurunnya produktivitas primer seperti phytoplankton dan makrophyta bentik dan menurunnya efisiensi pakan dari ikan-ikan predator akibat kesulitan melihat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd