ANALISIS INDIKATOR MUTU PENDIDIKAN TINGKAT SMP

Posted on : April 12, 2016 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

ABSTRACT

THE ANALYSIS QUALITY OF EDUCATION INDICATORS

The purpose of this research is to analyze the quality of education grade SMP North Bengkulu in 2007, it was research of students graduated number, students were repeat,  students  ungraduated,  the  competency  of  teachers,  especial  teachers  study, school facility, and school medium. This research use quantitative descriptive method with  source  of  especial  is  documentation   data  and  interview  the  department  of Education  of  North  Bengkulu.  According  to  the     research  it  was  concluded  that indicators was low from qualities of education :   student graduated of number  74,03 percent  (  National  number  85,63  percent),  student  were  the  repeat  0,64  percent  ( National number 0,31 percent), competency of teachers 52,87 percent ( National 64,03 percent). Specialist of teacher 15,65 percent Indonesian, 16,24 percent English. Facility of school was very less and school  medium destroy is total, except the student were ungraduated and Specialist of teacher Mathematics said enough quality.

Key Word: The quality of education indicators

RINGKASAN

Secara umum  rumusan  masalah  dalam  penelitian  ini  adalah  “Bagaimana capaian indikator mutu pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara?”. Secara khusus dirumuskan sebagai  berikut : Berapa persentase angka lulusan, angka mengulang dan  angka  putus  sekolah,  guru   layak  mengajar,  guru  menurut  bidang  studi, parasarana dan sarana sekolah tingkat pendidikan  Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bengkulu Utara .

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis capaian indikator mutu  pendidikan  di  Kabupaten Bengkulu  Utara  tahun  2007.  Sedangkan  secara khusus  tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  menganalisis :Angka lulusan,  angka mengulang  dan  angka  putus  sekolah,  Guru layak  mengajar,  Guru  bidang  studi, Sarana dan prasarana sekolah di Kabupaten Bengkulu.

Dalam  penelitian  ini  menggunakan  penelitian  deskriptif  kuantitatif,  yaitu pengolahan  data dalam bentuk angka-angka sehinga dapat dihitung jumlah angka yang ada dalam indikator mutu pendidikan.

Hasil penelitian  menunjukkan  angka  lulusan  di  Kabupaten  Bengkulu  Utara tahun 2007 masih rendah hanya 74,03 persen dan jauh dibawah angka nasional 85,63 persen sehingga dikatakan belum bermutu.  Angka mengulang kelas mencapai 0,61 persen dan jauh di atas  angka nasional yaitu 0,31 persen sehingga dikatakan belum berhasil.

Sedangkan Angka  putus  sekolah  mencapai  2,33  persen.  Angka  ini  masih dibawah angka nasional yaitu 4,38 persen sehingga dikatakan berhasil. Guru layak adalah  guru  yang  berpendidikan  S1/  Akta  IV  mengajar  sesuai  dengan  jurusan ijazahnya. Guru layak SMP masih sangat rendah mencapai 52,87 persen dan masih dibawah angka nasional yaitu 64,03 persen  sehingga guru Bengkulu Utara belum bermutu.

Guru bidang studi SMP adalah guru yang seharusnya sama dengan bidang studi  menurut   Kurikulum  SMP.  Untuk  guru  bidang  studi  Ujian  Nasional  di Kabupaten Bengkulu Utara  masih kekurangan guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sedangkan guru Matematika terjadi kelebihan tetapi di Kecamatan lainnya ada kekurangan dan ini menunjukkan kurang merata  penempatan guru.. Kondisi seperti   ini   harus   ditanggulangi   dengan   menambah   guru   bidang   studi   dari pengangkatan CPNS karena mempengaruhi hasil Ujian Nasional.

Fasilitas sekolah adalah fasilitas yang dimiliki sekolah seperti perpustakaan, ruang keterampilan, Lab, UKS, BP dan serbaguna. Fasilitas sekolah di Kabupaten Bengkulu  Utara  masing  sangat  rendah  yaitu  perpustakaan  60,71  persen,  ruang keterampilan 21,42 persen, Lab  IPA 51,78 persen, UKS 19,64 persen, ruang BP

16,07 persen, dan serba guna 8,93 persen. Angka-angka tersebut masih sangat jauh dibawah angka nasional yaitu 68,90 persen. Kondisi ruang kelas ditentukan dengan kriteria  baik,  rusak  ringan,  dan  rusak  berat.  Data  ruang  kelas  sebelum  gempa dahsyat tanggal 12 September 2007 ( 7,9 skala Richter) di Kabupaten Bengkulu Utara adalah  kondisi baik 75,69 persen, kondisi rusak ringan 24,50 persen, dan kondisi rusak berat 7,61  persen. Kondisi ruang kelas baik sesuai angka nasional adalah 87,50 persen. Pasca gempa 12  September 2007 rata-rata gedung SMP se- Kabupaten Bengkulu Utara kondisi rusak berat.

Simpulan penelitian secara umum adalah mutu pendidikan SMP di Kabupaten Bengkulu  Utara belum bermutu dengan capain indikator mutu pendidikan sebagai berikut : Pertama, angka lulusan mencapai 74,03 persen dan masih dibawah angka nasional  85,63  persen.  Sedangkan  angka  lulusan  tiap  Kecamatan tertinggi  di Kecamatan  Karang  Tinggi  mencapai  99,30  persen  dan  terendah  di  Kecamatan Enggano 42,31 persen. Besarnya perolehan rata-rata hasil Ujian  Nasional (UN) tahun 2007 se-Kabupaten Bengkulu Utara adalah 5,83, sedangkan rata-rata hasil UN tiap Kecamatan tertinggi adalah Kecamatan Taba Penanjung mencapai 6,41 dan terendah  Putri  Hijau  5,32.  Angka  mengulang  yaitu  angka  mengulang  SMP  di Kabupaten Bengkulu Utara mencapai 0,61 persen, angka ini lebih besar dari angka nasional  yaitu  0,31  persen.  Angka  mengulang  terbesar  di  Kecamatan  Air  Besi mencapai   3,31    persen.   Besarnya    angka    mengulang    disebabkan   rendahnya kemampuan  siswa  dan  tidak  mempunyai  kesempatan  belajar  karena  membantu orang tua. Angka mengulang siswa di  Kabupaten Bengkulu Utara (0,61 persen) lebih tinggi dari angka nasional (0,31). Angka putus sekolah yaitu angka putus sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara mencapai 2,33 persen dan masih dibawah angka nasional sehingga dikatakan cukup bermutu.. Angka putus  sekolah tertinggi di Kecamatan Enggano mencapai 19,73 persen dan yang terendah di Kecamatan Pagar Jati 0 persen. Tingginya angka putus sekolah di beberapa Kecamatan disebabkan masalah sosial budaya sehingga siswa tidak  dapat  meneruskan   sekolahnya,  masalah  perekonomian  orang  tua,  dan kemampuan siswa yang sangat rendah sehingga menyebabkan siswa mendundurkan diri untuk tidak sekolah.

Kedua, Mutu  guru  yaitu  guru  layak  mengajar  tertinggi  (S1/Akta  IV)  di Kabupaten  Bengkulu  Utara  mencapai  52,87  persen,  ini  jauh  lebih  rendah  dari standar nasional guru layak  yaitu 64,03 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa kelayakan guru mengajar di Kabupaten  Bengkulu Utara masih sangat rendah dan belum  bermutu.  Guru  layak  tingkat  Kecamatan   tertinggi  di  Kecamatan  Taba Penanjung mencapai 86,01 persen dan terendah di Kecamatan  Enggano, Air Besi dan Air Napal yaitu 0 persen. Ketiga, Guru bidang studi yaitu guru sesuai dengan ijazah tertinggi untuk tiga mata pelajaran Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Bengkulu Utara masih kekurang guru Bahasa Indonesia  6 guru dan Bahasa Inggris 10 guru. Sedangkan  Matematika terjadi  kelebihan  9  guru,  tetapi  di  Kecamatan  lain  masih  ada  kekurangan  guru matematika Kondisi ini menunjukan  bahwa  di Kabupaten Bengkulu Utara masih kurangnya pemerataan penempatan guru. Keempat,  fasilitas  sekolah  yaitu  :  fasilitas  sekolah  di  Kabupaten  Bengkulu Utara  masing-masing perpustakaan, ruang keterampilan, lab, UKS,dan serba guna adalah 60,71 persen,  21,42 persen, 51,78 persen, 19,64 persen,16,07 persen, 8,93 persen.  Nilai  ini  masih  dibawah  angka  nasional  yaitu  68,90  persen.  Rata-rata fasilitas sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara sangat kurang dan belum bermutu. Ruang kelas dengan kondisi baik di Kabupaten Bengkulu Utara mencapai 75,69 persen, angka ini masih dibawah angka nasional yaitu 87,50 persen. Dengan adanya gempa (7,9 skala richter)  tanggal 12 September 2007, gedung SMP banyak yang rusak berat.

Saran dari penelitian adalah pertama : perlu melakukan analisis kebutuhan guru khususnya  mata pelajaran Ujian Nasional, sehingga tiap sekolah tidak ada yang kekosongan guru , sebelum  UN diadakan perlu menetapkan kurikulum apa yang akan  digunakan  kelas  3  (tiga),  melakukan  supervisi  tiap  sekolah  dengan  benar tentang  program  sekolah,  Dinas  Diknas  perlu  memberikan  penghargaan  kepada sekolah-sekolah, kepala sekolah dan guru-guru yang mampu memperoleh  angka lulusan  100  persen  dan  nalai  UN  tertinggi.  Kedua  :  Pihak  Dinas  Diknas  perlu memberikan  peringatan  kepada  pihak  sekolah  agar  betul-betul  melaksanakan program  remidial, mengoptimalkan fungsi pengawas sekolah    dalam melakukan supervisi. Ketiga : Dinas Diknas perlu memberikan beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu ekonominya, Mengoptimalkan program sekolah. Pengangkatan tenaga  guru  untuk  tahun  yang  akan  datang  hendaknya  betul-betul  selektif  agar mendapatkan guru yang berkualitas.  Fasilitas sekolah lebih mengutamakan skala prioritas sehingga tidak ada mubazir. Dinas Diknas perlu melakukan pembangunan dan rehap gedung sekolah akibat gempa tanggal 12 September 2007. Pengangkatan manejer sekolah hendaklah berdasarkan kualitas dan kelayakan.

Kata Kunci : Indikator mutu pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd