HUBUNGAN PEMBERIAN KONSELING KB DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL

Posted on : April 12, 2016 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

ABSTRACT

The background of the Initial survey of researchers at June 15, 2012 to conduct unstructured interviews in 10 women of childbearing age are married as many as six people using family planning as many as 4 people hormonal and non-hormonal contraceptive use. From 6 people who use hormonal contraceptives, found 3 people married women of childbearing age use contraception implant, one person using the contraceptive pill and 2 Injectable contraceptive use. The research objective was to study  the relationship giving the election Counseling KB Hormonal Contraception. The research method cross sectional design. The population in this study were all participants PUS New KB totaling 675 people have taken 10% of the population by 67 participants of new KB sampling technique using accidental sampling. Univariat analysis performed to reveal the frequency distribution of each variable studied variables both family planning counseling and contraceptives election and bivariate analysis aimed to determine the relationship between two variables: independent variables and the dependent variable using the chi-square statistical test. The results showed that of the 67 respondents found to be 21 (31.3%) did not receive counseling and 46 midwives (68.7%) get counseling, from the 67 that made the respondents found 8 (11.9%) using a contraceptive implant, found 16 (23.9%) used contraception pills, and found 43 (64.2%) using injectable contraceptives and family planning counseling there is a connection and selection of hormonal contraception. Advice to the health center should be able to revitalize and coordinate with IBI Bengkulu City to conduct surveillance on Private Practice Midwives, thus getting the maximum service to the community.

Keywords: Counseling KB, Hormonal Contraception

ABSTRAK

Latar belakang dari survei awal peneliti pada 15 Juni 2012 dengan melakukan wawancara tak terstruktur pada 10 orang wanita usia subur sudah menikah sebanyak 6 orang menggunakan KB hormonal dan sebanyak 4 orang menggunakan kontrasepsi non hormonal. Dari 6 orang yang menggunakan kontrasepsi hormonal, ditemukan 3 orang wanita usia subur sudah menikah menggunakan kontrasepsi Implant, 1 orang menggunakan kontrasepsi Pil dan 2 orang menggunakan kontrasepsi SuntikTujuan Penelitian ini untuk mempelajari hubungan pemberian Konseling KB dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Hormonal. Metode  penelitian deskriptif analitik desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PUS peserta KB Baru yang berjumlah 675 orang diambil 10% dari populasi sebesar 67 peserta KB baru teknik pengambilan sampel mengunakan accidental sampling. Analisis Univariat dilakukan untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang diteliti baik variabel konseling KB dan pemilihan Alat kontrasepsi dan Analisis bivariat bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yaitu variabel independent dan variabel dependent dengan menggunakan uji statistik chi squareHasil penelitian menunjukkan dari 67 yang dijadikan responden ditemukan 21 (31.3%) tidak mendapatkan konseling dan 46 bidan (68.7%) mendapatkan konseling, dari 67 yang dijadikan responden ditemukan 8 (11.9%) menggunakan kontrasepsi implant, ditemukan 16 (23.9%) menggunakan kontrasepsi pil, dan ditemukan 43 (64.2%) menggunakan kontrasepsi suntik dan ada hubungan pemberian konseling KB dan pemilihan alat kontrasepsi hormonal. Saran kepada Puskesmas hendaknya dapat melakukan penyegaran kembali dan berkoordinasi dengan IBI Kota Bengkulu untuk melakukan pengawasan pada Bidan Praktek Swasta, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.

Kata Kunci                  : Konseling KB, Kontrasepsi Hormonal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd