KAJIAN KONFLIK DI JAJARAN DINAS PENDIDIKAN NASIONAL PEMUDA DAN OLAH RAGA

Posted on : April 13, 2016 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

ABSTRACT

 

The general objective of this research is to describe conflict at the Office of National Education  Youth  and  Sport,  Lebong  Regency.  The  specific  objectives  of  thesis research are to describe 1) kinds and form of conflicts, 2) caused of conflict factors, 3) Method to solve and to manage the conflict, 4) the effect of conflict. This research used the descriptive qualitative method in collecting the data, the researcher was using  observation technique, interview, field recording and study documents. The dates  are  analyzed  by  using  descriptive  qualitative  methods.  The  results  of  the research are shown in conclusion that the study of conflict management includes the kinds and forms of conflict, caused of conflict factors, method to solve and to manage the conflict, and the effect of conflict.

Key Word: study (kajian), conflict (konflik), office (dinas), national (nasional), youth (pemuda), sport (olah raga)

 

RINGKASAN

Salah satu faktor penting dalam keberhasilan organisasi adalah pengelolaan konflik. Konflik yang terus menerus akan merusak iklim organisasi. Hal itu juga akan menghambat program-program yang telah direncanakan. Karena itu, para pengambil keputusan dan kebijakan harus mampu mengatur dan mengelolah anak buahnya agar mampu bekerja secara optimal. Apabila semuanya bekerja secara optimal insya Allah konflik   dapat   dikelolah  dengan  baik.   Rumusan   masalah  secara  umum  yaitu bagaimana konflik yang terjadi di jajaran Dinas Pendidikan  Nasional  Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lebong? Sedangkan masalah khusus penelitian adalah  1)  Apa saja jenis dan bentuk konflik?, 2) Apa saja faktor penyebab konflik, 3) Bagaimana penyelesaian dan pengelolaan konflik, 4) Apa saja dampak yang ditimbulkan oleh konflik  yang  terjadi di jajaran Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lebong.

 

Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengkaji:  1)  Jenis-jenis  dan  bentuk-bentuk konflik yang terjadi di jajaran Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olah raga, 2) Faktor  penyebab  konflik  yang  terjadi  di  jajaran  Dinas  Pendidikan  Pemuda  dan Olahraga, 3) Cara penanganan atau  penyelesaian dan pengelolaan atau manajemen konflik di jajaran Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga, 4) Dampak atau pengaruh konflik  yang terjadi di jajaran Dinas Pendidikan Nasional  Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lebong.

Penelitian  ini  menggunakan  studi  Deskriptif  Kualitatif.  Subjek  penelitian adalan kajian  konflik di jajaran Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lebong. Teknik  pengumpulan data menggunakan observasi, interview, dan  studi dokumentasi.  Sedangkan teknik  analisa data menggunakan:  1)  induktif analisis, 2) flow analisis, 3) interconection analisis.

Hasil penelitian menunjukan ada beberapa hal yang dapat disampaikan, yaitu: adanya berbagai jenis konflik, terdapatnya beberapa penyebab konflik, ditemukannya beberapa cara-cara  penanganan atau  penyelesaian dan cara-cara pengelolaan  atau manajemen konflik, dan  ditemukannya beberapa dampak atau pengaruh konflik di jajaran  Dinas  Pendidikan  Nasional   Pemuda  dan  Olahraga  Kabupaten  Lebong. Adapun  jenis-jenis  konflik  yang  ditemukan  peneliti  di  lapangan  antara  lain:  1) Konflik intra personal, yang dialami oleh kepala Dinas, Kepala Bidang  Pendidikan Menengah, dan Kepala Sub Bidang Kurikulum SMA dan SMK, 2) Konflik inter personal, yang dialami oleh beberapa orang pengawas di Dinas Pendidikan Nasional

Pemuda dan Olahraga, 3) Konflik antara individu-individu dan kelompok-kelompok, yang dialami oleh Kepala Dinas, Kepala Bidang, Karyawan/karyawati, serta terjadi di sekolah-sekolah, 4) Konflik antra organisasi, ini terjadi antara Dinas dengan Badan Kepegawaian  Daerah  (BKD),   antara  Dinas  Pendidikan  Nasional  Pemuda  dan Olahraga dengan Sanggar Kegiatan Belajar  (SKB), antara Dinas dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lebong, antara  Dinas dengan Dewan Pendidikan, dan antara Dinas dengan beberapa sekolah SMA di Kabupaten Lebong, 5) Multi Konflik, yang dialami oleh kepala Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga, kepala Bidang Pendidikan Menengah, dan Kepala SMA Negeri 1 Lebong Tengah.   Selain   jenis-jenis   konflik  diatas,   peneliti  juga   menemukan  beberapa penyebab  terjadinya  konflik   dijajaran  Dinas  Pendidikan  Nasional  Pemuda  dan Olahraga. Adapun penyebab konflik tersebut antara lain: 1) keterbatasan pengalaman, 2)  ambisi  dalam  individu  seseorang,  3)  aspirasi  mereka  (yang  konflik)  kurang direspon, 4) banyak masalah tidak tuntas di selesaikan sehingga menimbulkan konflik yang baru, 5) banyak  karyawan tidak bekerja sesuai dengan tupoksi, 6) kurangnya binaan, 7) atasan terlalu cuek, 8) keputusan dinilai merugikan sepihak, 9) tak ada reward  (penghargaan) dan   punishment (hukuman),   10)  kemungkinan   terlalu banyaknya pekerjaan yang ditangani, 11) SMA Negeri 1 Lebong Tengah tidak cocok untuk SBI, 12) pihak Dinas Pendidikan  Nasional Pemuda dan Olah raga kurang mempromosi ke pemerintah Kabupaten Lebong, 13)  Adanya tekanan dari pembuat keputusan, 14) menentukan atau intimidasi tentang jumlah kelulusan harus 85%, 15) adanya pemotongan pajak atau pungutan liar terlalu besar, 16) adanya kepentingan perorangan  atau  golongan  dalam  pelaksanaan  Ujian  Nasional  (UN)  2007,  17) penekanan atau intimidasi dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong kepada Dinas dan  sekolah-sekolah, 18) guru tidak bekerja optimal, 19) biaya operasional terlalu  banyak  dibebankan  pada  pihak  sekolah,  20)  kurangnya  ketegasan  oleh pemerintah daerah Kabupaten Lebong tentang penunjukkan pengelola program S-2, 21) terjadinya komersil jabatan, 22) tidak jelas ketentuan tentang ketentuan calon guru yang  diajukan sertifikasi, dan 23) adanya pelecehan terhadap profesi guru. Di samping itu peneliti juga  menemukan cara-cara penanganan atau penyelesaian dan pengelolaan  atau  manajemen  konflik.   Cara-cara  penanganan  atau  penyelesaian konflik yang ditemukan di lapangan antara lain: 1)  melihat atau mempelajari akar permasalahannya, 2) mengetahui arah konflik (pidana, perdata atau adat istiadat), 3) mempertimbangkan hubungan duniawai dan akherat, 4) jangan menciptakan kondisi emosional,  5)  usahakan  pekerjaan  dengan  komunikasi  yang  baik  sehingga  dapat menuju yang lebih baik, 6) memanggil yang bersangkutan (konflik) untuk dievaluasi agar bisa diajak kerjasama,  7) melakukan koordinasi, 8) mencari pengelola sesuai dengan basisnya agar tidak salah tunjuk, 9)  menanam motivasi dengan baik dalam bekerjasama   dan   bekerja   sepenuhnya,   10)   mengadakan   pelatihan/pengayoman terhadapnya (pelaku konflik), 11) mengadakan pembinaan terharap  karyawan,  12) mengadakan musyawarah untuk mufakat, 13) memberi suri tauladan pada karyawan dan  rekan  kerja,  tutwuri  handayani,  14)  memberikan  reward  (penghargaan)  dan punishment  (hukuman) terhadap rekan kerja yang berprestasi dan yang bermasalah, 15) mengkoordinasikan mana yang salah dan mana yang  benar, 16)  menentukan proses penyelesaian konflik, 17) memegang teguh pada kejujuran dan tidak curang, 18) melihat sebab-sebab konflik, 19) melihat atau mempelajari siapa saja (orang- orang)  yang   terlibat  didalamnya,  20)  mencari  penyelesaian  yang  terbaik  atau solusinya, 21) sekolah harus berusaha maksimal untuk menutup kekurangannya, 22) mencari swastanisasi sekolah, 23) memperbaiki program yang ada, 24) meningkatkan sarana dalam meningkatkan kemajuan sekolah,  dan 25) mencari dan menjalankan hubungan keluar sekolah (mediasi). Sedangkan cara-cara mengelola atau manajemen konflik, antara lain: 1) jangan lari dari komunikasi, 2) mengetahui akar masalahnya, 3) mengadakan musyawarah secara berkala, 4) menyelesaikan bersama-sama dengan pemimpin  (Kepala Dinas), 5) meminta data-data yang  ingin dikoreksi agar dapat diselesaikan, 6) mengetahui karakter seseorang (yang dalam konflik), 7) mempelajari kelemahan dan keunggulannya (pelaku konflik), 8) mencari resolusi yang terbaik, 9) mengadakan kesepakatan kedua belah pihak yang sedang terlibat dalam konflik, 10) menempatkan  sesuai  dengan  kemampuan  masing-masing,   11)   memaksimalkan sumber-sumber yang ada, 12) mengelola keuangan sebaik mungkin, 13) diam untuk sementara waktu (artinya hanya memantau saja), 14) tetap menyerahkan pada yang maha  kuasa,  agar  yang  maha  kuasa  memberikan  pengelolaan  yang  terbaik,  15) melakukan perundingan, 16) akan menyerahkan pada atasan, dan 17) pelihara jangan sampai menganggu kinerja.  Sesuai dengan masalah penelitian yang terakhir, yaitu dampak atau pengaruh yang ditimbulkan oleh konflik yang terjadi di jajaran Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten  Lebong. Adapun pengaruh atau dampak yang ditemukan oleh peneliti antara lain: pengaruh atau dampak positif dan pengaruh atau dampak negatif. Dampak atau pengaruh positif terdiri atas: 1) adanya  keterbukaan  dalam  pemikiran,  2)  menimbulkan  persaingan  sehat,  tidak pesimis, 3) dapat  berpacu atau mengikuti kejenjang yang lebih tinggi, 4) terjadinya perubahan, dan 5)  penyesuaian kemampuan kondisi ekonomi, intelektual dan dapat mengarahkan personil bekerja semaksimal mungkin. Dampak atau pengaruh negatif antara lain: 1) terjadi persaingan tidak sehat, 2) saling menjatuhkan, 3) tidak pandang kawan   atau   lawan,   4)  terbangkalai/tersendatnya   beberapa   program   di   Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga, 5)  membuat  sekolah sulit  mengelola pendanaan, 6) pemikiran negatif tentang Dinas dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2007, 7) para guru tidak bekerja optimal, 8) adanya image pengawas mengemis minta uang  sebelum  lebaran,  9) terjadinya korupsi dan kolusi,  10)  berebut  kursi jabatan, 11) berebut  mau sertifikasi,  sehingga adanya persaingan tidak sehat, 12) menurun  semangat  belajar  anak,  13)  banyaknya  calon  mahasiswa  dirugikan,  14) adanya kecurigaan penyelewengan dana sekolah, dan 15) para kepala sekolah malas mengambil kebijakan dalam suatu permasalahan.

Simpulannya yaitu: ada lima jenis dan bentuk konflik yang terjadi di jajaran Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lebong, telah ditangani atau  diselesaikan  dan  di  kelola  dengan  berbagai  macam  cara  oleh  pengambil keputusan  dan  kebijakan.  Namun  dari  analisa  peneliti  konflik  tersebut  banyak berdampak atau berpengaruh negatif dibandingkan  dengan dampak atau pengaruh positif.  Hal  ini  disebabkan  oleh  para  pengambil  kebijakan  dan  keputusan  tidak menangani dan mengelola konflik tersebut seoptimal mungkin. Saran penelitian yaitu: kepada Kepala Dinas diharapkan mampu membantu para  kepala  sekolah dan  Kepala  Bidang  menangani  konflik-konflik  yang  sedang mereka hadapi.  Kepada  para  pengambil kebijakan dalam manajemen lini seperti Kepala Bidang dan kepala sekolah diharapkan agar dapat bekerjasama dengan atasan dan bawahannya. Kepada para guru dan staf diharapkan  saling  bekerjasama dalam menyelesaikan  konflik  yang  ada.  Seharusnya  tidak  ada  gap  antara  atasan  dan bawahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd