Trust (Kepercayaan)

Posted on : April 19, 2016 | post in : TEORI MANAJEMEN |Leave a reply |

Pengertian Trust adalah kepercayaan yang berikan kepada orang lain atau suatu kelompok (Kasal, 2009). Lebih lanjut menurut Garbarino (2002) trust dalam pemasaran jasa lebih menekankan pada sikap individu yang mengacu keyakinan konsumen atas kualitas dan keterandalan jasa yang diterimanya. Kepercayaan adalah keyakinan bahwa seseorang akan menemukan apa yang diinginkan pada mitra pertukaran. Kepercayaan melibatkan kesediaan […]

Authentic Leadership

Posted on : April 19, 2016 | post in : TEORI MANAJEMEN |2 Replies |

Pengertian Authentic Leadership (AL) adalah tipe kepemimpinan yang mengharuskan pemimpin bertindak authentic. Authentic leadership adalah pemimpin yang jujur pada diri sendiri (May dkk., 2003). Artinya, dimilikinya kesejalanan antara perilaku dengan keyakinannya. Authentic leadership pertama kali diperkenalkan oleh Avolio & Luthans (2003). Lebih lanjut menurut Avolio & Luthans (2003) Authentic leadership adalah pola perilaku pemimpin yang […]

Organizational Citizenship Behavior

Posted on : April 19, 2016 | post in : TEORI MANAJEMEN |Leave a reply |

Menurut Organ (2006) organizational citizenship behavior dipengaruhi oleh tiga faktor, salah satunya adalah faktor sikap kerja, yaitu emosi dan kognisi yang berdasarkan persepsi individu terhadap lingkungan kerja, meliputi: komitmen organisasi, persepsi kepemimpinan dan dukungan organisasi, person organization fit, kepuasan kerja, psychological contract, persepsi keadilan dan keadilan organisasi. Menurut Hannam dan Jimmieson (dalam Robbins, 2006) yang […]

Organizational Citizenship Behavior (OCB)

Posted on : April 19, 2016 | post in : TEORI MANAJEMEN |Leave a reply |

Robbins (2006) mengemukakan bahwa organizational citizenship behavior merupakan perilaku pilihan yang tidak menjadi bagian dari kewajiban kerja formal seorang karyawan, namun mendukung berfungsinya organisasi tersebut secara efektif. Organizational citizenship behavior merupakan perilaku individu yang bebas, tidak secara langsung atau eksplisit diakui dalam system pemberian penghargaan dan dalam mempromosikan fungsi efektif organisasi atau dengan kata lain […]

Mekanisme Perubahan Anggaran

Posted on : April 19, 2016 | post in : TEORI KEUANGAN |Leave a reply |

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dan Perubahan Nomor 59 tahun 2007 tentang pengelolaan keuangan daerah Pasal 154 bahwa: 1) Perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi: a) Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi, b) Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pengeseran anggaran atar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja, c) Keadaan yang […]

Proses Perubahan Anggaran

Posted on : April 19, 2016 | post in : TEORI KEUANGAN |Leave a reply |

Menurut Anggraini (2010) perubahan peraturan daerah tentang APBD yang juga disebut perubahan APBD merupakan serangkaian proses kegiatan penyesuaian capaian target kinerja dan/atau prakiraan/rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD, dan ditetapkan dengan peraturan daerah. Alasan perubahan peraturan daerah tentang APBD dapat dilakukan apabila terjadi; Perkembangan yang tidak […]

Dasar Perubahan Anggaran

Posted on : April 19, 2016 | post in : TEORI KEUANGAN |Leave a reply |

Penyesuaian APBD dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan, dibahas bersama antara DPRD dengan pemerintah daerah dalam rangka penyusunan prakiraan perubahan atas APBD tahun anggaran yang bersangkutan. Dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Pasal 154 disebutkan bahwa seandainya selama tahun berjalan perlu diadakan perbaikan atau penyesuaian terhadap alokasi anggaran, maka perubahan APBD masih dimungkinkan terutama apabila: Terjadi […]

Perubahan APBD

Posted on : April 19, 2016 | post in : TEORI KEUANGAN |Leave a reply |

Menurut Anggraini (2010) Perubahan APBD dimungkinkan jika terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD, terdapat keadaan yang menyebabkan harus dilakukannya pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja serta terjadi keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun anggaran (SiLPA) sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan. Lebih […]

Theme Designed Bymarksitbd