Prevalensi Kejadian Amenore Pada Pemakaian Kontrasepsi Hormonal Akseptor KB Usia 20-35 tahun Dan Usia Lebih Dari 35 tahun

Posted on : April 20, 2016 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

ABSTRAK

 Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan yang signifikan antara prevalensi kejadian amenore pada pemakaian kontrasepsi hormonal akseptor KB usia 20-35 tahun dan usia lebih dari 35 tahun yang terdaftar di Puskesmas Anggut Atas Bengkulu.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari prevalensi kejadian amenore pada pemakaian kontrasepsi hormonal akseptor KB usia 20-35 tahun dan usia lebih dari 35 tahun yang terdaftar di Puskesmas Anggut Atas Bengkulu.

Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Anggut Atas Bengkulu. Desain penelitian ini adalah Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah akseptor aktif kontrasepsi hormonal (pil, suntik, implant) yang terdaftar di Puskesmas Anggut Atas Bengkulu yang berjumlah.1.310 akseptor,sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Accidental sampling 6% dari jumlah populasi yaitu 80 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode ceklist.

Hasil penelitian ini adalah Terdapat (50,0%) responden yang usianya 20-35 tahun dan (50,0%)  yang usianya lebih dari 35 tahun. Terdapat (51,3%) responden mengalami amenore dan (48,8%) responden tidak mengalami amenore. Terdapat (57,5%) responden usia 20-35 tahun yang mengalami amenore dan (42,5%) responden yang tidak mengalami amenore. Terdapat (45,0%) responden usia lebih dari 35 tahun yang mengalami amenore dan (55,0%) responden yang tidak mengalami amenore. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara prevalensi kejadian amenore pada pemakaian kontrasepsi hormonal akseptor KB usia 20-35 tahun dan usia lebih dari 35 tahun.

Daftar bacaan : 19 (1990-2004)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd