Kesempatan dan Perlakuan Sama Atas Pekerjaan dan Keberagaman Organisasi

Posted on : April 25, 2016 | post in : TEORI MANAJEMEN |Leave a reply |

 Dalam kehidupan manusia secara sadar atau tidak sadar selalu terdapat diskriminasi, begitu pula dalam organisasi atau pekerjaan sering didapati kesempatan dan perlakuan yang tidak sama atas pekerjaan, apakah berdasarkan ras, usia, jenis kelamin, agama, atau suku bangsa. Di Indonesia, telah tertulis dlam UUD 1945 pasal 27 dan 28, dan undang-undang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 pasal 5 dan 6 tentang kesepakatan dan perlakuan sama atas pekerjaan. Di amerika serikat, terdapat berbagai undang-undang tentang pelarangan dan diskriminasi atas dasar ras, usia, jenis kelamin, agama, atau suku bangsa. Diskriminasi adalah perlakuanberbeda atas insan yang sma sehingga menimbulkan kerugian bagi minoritas atau kelompok tertentu lainyya, perbedaan sering dilakukan berdarsarkan ras, usia, jenis kelamin, agama, dan suku bangsa. Banyak Negara yang melarang terdapatnya diskriminasi, sehingga mengharuskan setiap pemberi kerja untuk melakukan kesempatan dan perlakuan sama atas pekerjaan(equal employment opportunity/ EEO).

EEO merupakan factor pentinguntuk pencapaian tujuan perusahaan karena membantu untuk mempermudah memperoleh pekerja sesuai dengan persyaratan yang dimiliki pekerja tersebut. Selain itu, EEO juga memberikan manfaat besar bagi pekerja karena memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk memperoleh kesempatan untuk mengikuti seleksi, dipekerjakan, pengembangan, promosi pekerjaan, memproleh kompensasi, dan hak hak lain dalam perusahaan. Setiap individu akan memperoleh kesempatan untuk mendapatkanpenghasilan, ini akan berpengaruh terhadap semakin meningkatnya pendapatan nasional dan terbukanya lapangan usaha semakin luas, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki variable-variabel makroekonomi lainya.

Pasal VII dati undang undang hak sipil (title VII of the civil rights act, disingkat dengan CRA) menyatakan bahwa setiap pekerja tidak boleh mendapatkan diskriminasi atas dasar ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan suku bangsa. Undang undang lain yang timbul yang mengarah pada EEO adalah equal pay act, age discrimination employment act(ADEA), rehabilitation act, dan pregnancy discrimination act(PDA).

CRA tahun 1991 menekankan pada bukti diskriminasi oleh pemberi kerja dalam hal ini diperlukan penyusunan dokumen dan pemberian tanggapan atas perlakuan diskriminasi, dan memberi kemudahan untuk menuntut kompensasi dalamdalam berbagai kasus yang berkaitan dengan diskriminasi setelah tahun 1991, muncul beberapa undang undang baru tentang pelaranggan pelakuan diskriminasi oleh pemberi pekerja, antara lain Uniformed service employment and reemployment right act (USERRA) dan veteran’s benefits improyment act(VBI).

Tertera dalam pasal VII bahwa bukanlah setiap jenis pekerjaan oleh pemberi kerja untuk mempekerjakan pekerja melakukan diskriminasi atas dasar usia, jenis kelamin, agama, atau suku bangsa, tetapi untuk jenis pekerjaan tertntu pemberi kerja dapat memilih pekerjaanya sesuai dengan kualifikasi pekerjaan atau bona fide accupational qualification(BFOQ) untuk tujuan efektif dan efisien pasal VII undang undang sipil mendirikan equal employment opportunity commission, disingkat EEOC. Proses dalam pelaksanaan pekerjaanya, EEOC menerima dan menyelidiki laporan pelaksanaan diskriminasi. Berbagaai tindakan pemberi pekerja dalam memilih dan mempekerjakan karyawan atas dasar ras, usia, jenis kelamin, agama, atau suku bangsa, dapat menimbulkan perlakuan yang tidak sama (disperate treatmen) dan berdampak merugikan (adverseimpact).

Suatu pemerintah yang dikeluarkan presiden amerika serikat kepada instansi instansi pemerintah untuk melaksanakan hak yang sama atas pekerjaan yaitu perintah eksekutif(executive order). Kewajiban setiap perusahaan untuk memberikan kepastian kepada pekerja akan kesempatan yang sama atas pekerjaan tanpa memandang ras, usia, jenis kelamin, agama, atau suku bangsa disebut sebagai tindakan alternative (affirmative action). Agar kegiatan tersebut dapat terarah dilakukan melalui program tindakanafirmatif (affirmative action program/ AAP), dalam situasi laindapat diarahkan oleh office of federal contact compliance programs (OFCCP).

Sebagai konskuensi dari undang undang tentang kesepakatan sama atas pekerjaan adalah keberagaman pekerjaan berdasar atas ras, usia, jenis kelamin, agama, atau suku bangsa. Keberagaman pekerja (employment diversity) menciptakan terdapatnya perbedaan karakter dalam organisasi dalam mencapai tujuanya. Oleh karena itu, setiap orang memiliki kesempatan sama untuk mengikuti seleksi dan sebagai pekerjaan dalam perusahaan. Manajemen keberagaman (divercity management) berarti mengambil langkah dan tindakan untuk memaksimalkan potensi keberagaman dengan menyatukan perbedaan-perbedaan atas karakteristik para anggota untuk mencapai kerja yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd