SEDIMENTASI JALUR PELABUHAN PULAU BAAI – ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS

Posted on : November 20, 2016 | post in : TUGAS KULIAH |Leave a reply |

LATAR BELAKANG

Lokasi Pelabuhan Pulau Baai terletak di sekitar perairan Bengkulu Propinsi Bengkulu; dengan koordinat 102°16’00” – 102°19’20” BT dan 03°53”00 – 03°55’40” LS (Gambar 1). Perairan Pulau Baai telah dibuka menjadi daerah pelabuhan pada tahun tujuh puluhan. Projek pembuatan pelabuhan ini juga telah direncanakan pada tahun 1895 saat pemerintahan Hindia Belanda. Lokasi ini telah dipilih menjadi pelabuhan karena pelabuhan Bengkulu yang ada sudah tidak memadai untuk dikembangkan. Pelabuhan Pulau Baai terletak sekitar 15 km ke arah selatan kota Bengkulu. Pelabuhan Pulau Baai dijadikan sebagai daerah pelabuhan alternatif, daerahnya cukup luas dan relatif aman bagi kapal yang berlabuh. Pelabuhan ini berbentuk kolam dengan alur pelayaran ke arah laut lepas. Dengan bentuk pelabuhan yang demikian maka kapal yang berlabuh cukup aman dari pengaruh gelombang samudra. Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu merupakan sarana pengangkutan laut dan berpotensi sebagai pelabuhan pengangkut batubara untuk keperluan dalam negeri dan  luar negeri.

Morfologi Pulau Baai, sebelum pelabuhan dibangun merupakan suatu kolam yang terbentuk oleh lidah pasir yang membujur dari arah selatan ke utara. Lidah pasir ini terbentuk oleh angkutan pasir pantai (littoral sand drift) yang berasal dari sebelah hulu (up drift) Tg. Kerbau. Tg. Kerbau itu sendiri merupakan terumbu karang yang asalnya terlepas dari pantai. Keberadaannya mula-mula membentuk tombolo, kemudian tombolo tumbuh dan menyatu dengan terumbu karang sehingga angkutan pasir melewati terumbu karang tersebut dan membentuk endapan berupa lidah pasir di Pulau Baai. Kolam yang berbentuk oleh lidah pasir merupakan kolam lidah yang ideal untuk dijadikan kolam pelabuhan. Untuk itu harus ada alur masuk, yaitu dengan menebus lidah pasir dan membangun pemecah gelombang di tempat masuk.

Selama ini sering terjadi pendangkalan alur Pelabuhan Pulai Baai disebabkan oleh adanya pasokan sedimen yang berasal dari pantai. Untuk mengatasi pendangkalan di alur tersebut maka  setiap tahun dilakukan pengerukan. Proses percepatan pendangkalan di daerah tersebut sering sekali disebabkan karena perubahan keseimbangan kawasan pesisir yang diakibatkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Pengembangan wilayah di kawasan daratan pantai dan pembangunan bangunan pantai merupakan salah satu faktor yang berkonstribusi terhadap peningkatan proses pendangkalan dan erosi.  Untuk mengetahui pendangkalan yang terjadi di alur pelayaran maka, tim Puslitbang Geologi Kelautan melakukan penyelidikan dengan metoda pemeruman, pasang surut dan pengukuran arus. Maksud dan tujuan penyelidikan adalah memberikan masukan data kepada pemerintah daerah dengan harapan dapat dipergunakan untuk pengembangan pelabuhan di masa yang akan datang.

RUMUSAN MASALAH

Sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan alur masuk Pelabuhan Pulau Baai, mencapai 1.500 meter kubik/hari, maka rumusan masalahnya yaitu; “Bagaimanakah pemecahan masalah Sedimentasi di Pelabuhan Pulau Baai”

SEDIMENTASI MULUT PELABUHAN PULAI BAAI

Dari hasil pengukuran kedalaman dasar laut dibuat peta batimetri pelabuhan Pulau Baai dengan skala 1:10.000. Kedalaman 12 meter terdapat di bagian tengah kolam dan di bagian alur (jalur pintu masuk kapal). Di bagian luar pelabuhan atau di bagian lepas pantai kedalaman laut mencapai 18 meter.  Morfologi dasar laut di pelabuhan Pulau Baai umumnya tidak teratur dan membentuk cekungan di bagian tengah kolam (Arifin, drr., 2001).

Kedalaman cekungan tersebut ditunjukkan oleh garis kontur dengan kedalaman 12 meter. Di bagian alur kapal morfologinya membentuk alur yang memanjang dari kolam pelabuhan sampai ke arah laut lepas dengan kedalaman alur antara 9 meter sampai 12 meter yang terdapat di bagian tengah alur. Di bagian pantai sampai lepas pantai morfologi dasar laut agak tidak teratur, terutama di bagian dekat pantai yaitu yang ditunjukkan oleh garis kontur 6 meter sampai 15 meter. Kontur kedalaman 12 meter sampai 18 meter menunjukkan morfologi dasar laut agak teratur di mana kedalaman laut semakin dalam ke arah barat.  Untuk mengetahui gambaran runtunan di kolam pelabuhan).

Pada mulut Pelabuhan Pulau Baai, dimana arus sejajar pantai yang membawa sedimen layang dan saat air laut pasang masuk ke mulut pelabuhan maka akan terjadi benturan antara arus pasang dengan arus dari alur masuk pelabuhan sehingga kondisi stagnan yang mengakibatkan butiran akan mengendap dan terjadi sedimentasi. Jauhnya pengendapan masuk ke dalam alur tergantung pada pasangnya air laut HWL (High Water Level, elevasi muka air tinggi) atau HWS (High Water Spring, elevasi muka air tertinggi saat purnama) dan arus yang dari alur masuk yang lebih dominan, sehingga pada posisi tertentu kecepatan berkurang atau stagnan maka disitu akan terjadi pengendapan.

Kondisi saat ini di pelabuhan Pulau Baai masih terjadi sedimen dari laut pada mulut pelabuhan (pasir) yang terbawa arus sejajar pantai dan masuk ke mulut pelabuhan yang terbawa arus sejajar pasang surut, kemudian berbenturan dengan arus dari pelabuhan, sehingga terjadi stagnasi yang mengakibatkan pengendapan butiran sedimen dan menyebabkan penyempitan alur lalulintas pelayaran sehingga mengganggu aktivitas kegiatan pelabuhan.

Sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan alur masuk Pelabuhan Pulau Baai, mencapai 1.500 meter kubik/hari. Penyebab utama pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai adalah sedimentasi pasir dari laut lepas masuk ke kolam pelabuhan. Sementara pasir yang berhasil dikeruk dan dibuang ke luar alur sebanyak 600.000 meter kubik/tahun dengan satu kapal keruk.

Proses sedimentasi di pelabuhan Padang Baai berlangsung cukup cepat. Peta batimetri hasil pengukuran menunjukkan kedalaman laut di alur sekitar 12 meter. Bila dibandingkan dengan hasil pengukuran sebelumnya, maka kedalaman pada saat penelitian dilakukan telah mengalami pengerukan. Dari peta batimetri dapat dilihat bahwa pendangkalan yang terjadi yaitu di bagian alur terutama di bagian pir sebelah barat. Keadaan ini sesuai dengan arah arus pasang, di mana pada saat pasang terjadi, sedimentasi diendapkan ke arah tersebut. Demikian juga dari data arus, menunjukkan bahwa sedimen yang dibawa arus sepanjang pantai cenderung kearah yang sama.

Dari pemetaan sedimen permukaan dasar laut diketahui bahwa sedimen yang diendapkan adalah pasir yang berasal dari sekitar pantai. Untuk mengatasi pendangkalan yang terjadi, pihak pelabuhan melakukan pengerukan setiap tahunnya. Pengerukan dilakukan setelah dilakukannya pengukuran kedalaman laut. Untuk mengurangi volume sedimentasi yang terjadi perlu dikaji lagi penentuan arah pondasi pir. Posisi pir yang ada sekarang ini tampaknya juga sebagai perangkap sedimen yang menyebabkan pendangkalan terjadi.

PEMECAHAN MASALAH

Adapun alaternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan yaitu;

  1. Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat membuat pembangunan rel kereta api dari Pelabuhan Pulau Baai menuju Sumatra Selatan untuk mendukung atau pengganti Pelabuhan Pulau Baai.
  2. Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat kapul keruk yang siaga di pintu alur untuk mengimbangi masuknya sedemintasi yang menyebabkan pendakalan sebanyak .500 meter kubik/hari.
  3. Menambah dan membuat pelabuhan di Provinsi Bengkulu yang memiliki potensi untuk dikembangkan, sehingga tidak hanya mengandalkan Pelabuhan Pulau Baai saja.

KESIMPULAN

Sebaiknya pemerintah Provinsi Bengkulu dapat lebih mengutamakan pembuatan Rel Kereta Api untuk mengatasi sedimentasi alur Pelabuhan Pulau Baai, sehingga maka dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kota Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd