Sistem Pengendalian Intern Pemerintah – System Of Government Internal Control

Posted on : November 30, 2016 | post in : TEORI MANAJEMEN |Leave a reply |

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, Sistem Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang  dilakukan  secara  terus  menerus  oleh  pimpinan  dan  seluruh  pegawai  untuk memberikan  keyakinan  memadai  atas  tercapainya  tujuan  organisasi  melalui  kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Sistem  Pengendalian  Intern  Pemerintah,  yang  selanjutnya  disingkat  SPIP,  adalah Sistem  Pengendalian  Intern  yang  diselenggarakan  secara  menyeluruh  di  lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pengawasan Intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yang baik.

Pengertian pengendalian adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang diawasi oleh orang lain, sehingga tercipta suatu pengendalian. George E. Bennett (dalam Sitorus, dkk, 2009) mendefinisikan pengecekan Intern sebagai:

“A system of Intern check may be defined as the coordination of a system of accounts and related office procedures in such a manner that the work of one employee independently performing his own prescribed duties continually checks the work of another as to certain elements involving the possibility of fraud”

 Definisi di atas dapat diterjemahkan sebagai berikut:  Suatu sistem pengecekan intern dapat didefinisikan sebagai koordinasi suatu sistem akun dan prosedur terkait sedemikian rupa sehingga seorang pegawai yang independen dalam melaksanakan tugasnya, secara terus menerus menguji pekerjaan pegawai lain tentang kemungkinan adanya kecurangan atas elemen tertentu. Perkembangan ekonomi dan bisnis yang semakin maju secara signifikan dipicu oleh pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai aspek. Hal ini berdampak pada semakin tingginya risiko yang dihadapi oleh suatu organisasi. Kondisi ini memicu pemahaman atas pengendalian yang semakin luas.

Pada tahun 1949, sebuah laporan khusus dari Komite Prosedur Audit American Institute of Certified Public Accountant (AICPA) dengan judul “Intern Control – Elements of a Coordinated System and Its Importance to Management and Independence Accountant mendefinisikan Pengendalian Intern sebagai berikut:

“Intern control comprises the plan of organization and all of the coordinate methods and measures adopted within a business to safeguards its assets, check the accuracy and reliability of its accounting data, promote operational efficiency, and encourage adherence to prescribed managerial policies. This definition (continued the committee) possibly is broader than the meaning sometimes attributed to the term. It recognizes that a system of Intern control extends beyond those matters which relate directly to the functions of the accounting and financial department”

Definisi di atas dapat diterjemahkan sebagai berikut:  Pengendalian intern mencakup rencana organisasi dan seluruh metode koordinasi dan ukuran yang diadopsi dalam suatu usaha atau bisnis untuk melindungi aset-asetnya, memeriksa akurasi dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi kegiatan dan kepatuhan pada kebijakan manajerial yang telah ditetapkan. Definisi ini mungkin lebih luas dari arti yang acap kali diberikan pada istilah tersebut. Definisi ini mengakui bahwa luas pengertian sistem pengendalian intern melampaui hal-hal yang berkaitan langsung dengan fungsi departemen atau bidang keuangan dan akuntansi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd