BULIMIA

Posted on : Desember 12, 2016 | post in : TEORI KESEHATAN |Leave a reply |

Bulimia nervosa merupakan satu gangguan fungsi makan yang ditandai oleh episode nafsu makan yang lahap tanpa dapat dikendalikan, diikuti dengan muntah yang disengaja atau upaya pencahar lain yang dimaksudkan untuk mencegah meningkatnya berat badan.

Bulimia nervosa adalah gangguan makan dengan makanan kecanduan sebagai mekanisme utama. Kriteria untuk diagnosis bulimia mencakup episode rekuren pesta makan, rasa kurangnya kontrol, evaluasi diri terlalu dipengaruhi oleh berat badan atau bentuk tubuh, dan berulang dan perilaku kompensasi yang tidak tepat dua kali seminggu selama 3 bulan atau lebih (muntah, penggunaan pencahar atau diuretik, puasa, olahraga berlebihan).

Epidemiologi

Bulimia nervosa lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pada laki-laki, tetapi onsetnya lebih sering pada masa remaja dibandingkan pada masa dewasa awal. Diperkirakan bulimia nervosa terentang dari 1-3 persen wanita muda.  Banyak penderita bulimia nervosa memiliki berat badan yang normal dan kelihatannya tidak ada masalah yang berarti dalam hidupnya. Biasanya mereka orang-orang yang kelihatannya sehat, sukses di bidangnya dan cenderung perfeksionis. Namun, dibalik itu, mereka memiliki rasa percaya diri yang rendah dan sering mengalami depresi. Mereka juga menunjukkan tingkah laku kompulsif, Bulimia nervosa sering terjadi pada orang dengan angka gangguan mood dan gangguan pengendalian impuls yang tinggi. Juga telah dilaporkan terjadi pada orang yang memiliki resiko gangguan berhubungan dengan zat dan gangguan kepribadian, memiliki angka gangguan kecemasan dan gangguan dissosiatif yang meningkat dan riwayat penyiksaan seksual.

Etiologi

  1. Faktor Biologis: Beberapa peneliti berupaya menghubungkan perilaku makan berlebihan dan mengeluarkannya kembali dengan beberapa neurotransmitter. Oleh karena antidepresan sering bermanfaat bagi penderita bulimia nervosa dan serotonin dikaitkan dengan perasaan puas, serotonin dan norepinefrin telah dilibatkan disini. Oleh karena kadar endrfin plasma meningkat pada pasien bulimia nervosa yang muntah , perasaan nyaman setelah muntah yang dialami beberapa pasien ini mungkin di perantarai oleh meningkatnya kadar endorphin . Menurut DSM-IV-TR, terdapat peningkatan frekuensi bulimia nervosa pada kerabat derajat pertama orang dengan gangguan ini
  2. Faktor Sosial: Pasien Bulimia nervosa,seperti pasien anoreksia nervosa, cenderung memiliki standar yang tinggi dan memberikan respon terhadap tekanan social yang menuntut orang untuk ramping. Seperti pada pasien anoreksia nervosa, banyak pasien bulimia nervosa yag mengalami depresi dan depresi familial yang meningkat , tetapi keluarga pasien bulimia nervosa umumnya kurang dekat dan lebih memiliki konflik dibandingkan keluarga passion anoreksia nervosa. Pasien bulimia nervosa menggambarkan orang tuanya sebagai orang tua yang mengabaikan dan lalai.
  3. Faktor Psikologis: Pasien bulimia nervosa biasanya merasakan makan yang tidak terkendali yang dilakukan sebagai egodistoni. Kesulitan yang dimiliki pasien ini dalam mengendalikan impuls seringkali dimanifestasikan dengan makan yang berlebihan dan mencahar.

Perjalanan Penyakit dan Prognosis

Dengan cepat, pasien bulimia nervosa yang mampu menjalani terapi dilaporkan mengalami lebih dari 50 persen perbaikan perilaku makan berlebihan dan mengeluarkan kembali ; diantara pesien rawat jalan,perbaikan tampaknya berlangsung lebih dari 5 tahun. Meskipun demikian, pasien tdak bebas gejala selama periode perbaikan; bulimia nervosa merupakan gangguan kronis dengan perjalanangangguan yang maju mundur. Beberapa pasien dengan perjalanan gangguan ringan mengalami masa remisi jangka panjang , pasien lain menjadi lemah akibat gangguan ini dan dirawat di rumah sakit; kurang dari sepertiga pasien yang baik baik saja pada pemantauan lanjutan 3 tahun, lebih dari sepertiga yang mengalami perbaikan gejala, dan kira kira sepertiganya memiliki hasil buruk dengan gejala kronis dalam 3 tahun. Pada studi terkini dalam 5 hingga 10 tahun, kira kira setengah pasien pulih sempurna dari gangguan ini, sedangkan 20 persennya terus memenuhi seluruh kriteria diagnostik bulimia nervosa.

Progosis bergantung pada keparahan gejala sisa mengeluarkan makanan sisa kembali-yaitu apakah pasien mengalami ketidakseimbangan elektrolit , dan sampai derajat berapa seringnya muntah menyebabkan esofagitis,amilasemia,pembesaran kelenjar saliva, dan karies gigi. Pada beberapa kasus bulimia nervosa yang tidak diterapi, remisi spontan terjadi dalam 1 hingga 2 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd