Standar Pelayanan Kebidanan

Posted on : Desember 21, 2016 | post in : TEORI KESEHATAN |Leave a reply |

Standar pelayanan berguna untuk penerapan aturan dan tingkat kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Penerapan standar pelayanan akan sekaligus melindungi masyarakat, karena penilaian terhadap proses dan hasil pelayanan dapat dilakukan dengan dasar yang jelas. Dengan adanya standar pelayanan, yang dapat dibandingkan dengan pelayanan yang diperoleh, maka masyarakat mempunyai kepercayaan yang lebih mantap terhadap pelaksanaan pelayanan (Yanti dan Eko, 2010).

Suatu standar akan efektif bila dapat di observasi dan di ukur, realistis, mudah dilakukan dan dibutuhkan. Bila setiap ibu diharapkan mempunyai akses terhadap pelayanan kebidanan, maka diperlukan standar pelayanan kebidanan untuk penjagaan kualitas. Pelayanan berkualitas dapat dikatakan sebagai tingkat pelayanan yang memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, standar penting untuk pelaksanaan, pemeliharaan dan penilaian kualitas pelayanan. Hal ini menunjukkan bahwa standar pelayanan perlu dimiliki oleh setiap pelaksanaan pelayanan. Masalah yang ditemukan dalam penyusunan standar pelayanan kebidanan adalah, bahwa diantara apa yang telah biasa diterapkan dalam praktek. Sebenarnya hanyalah tindakan ritualistik yang tidak didasarkan pada pengalaman ptaktek terbaik. Dalam standar ini tindakan yang bersifat ritualistik, seperti melakukan epishiotomi secara rutin dan memandikan bayi segera setelah lahir, tidak dianjurkan lagi. Perubahan standar pelayanan seperti itu didasarkan pada pengalaman praktek terbaik dari para pratisi dari seluruh penjuru dunia (Yanti dan Eko, 2010).

Standar pelayanan kebidanan dapat pula digunakan untuk menentukan kompetensi yang diperlukan bidan dalam menjalankan praktek sehari-hari. Standar ini juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai pelayanan, menyusun rencana pelatihan dan pengembangan kurikulum pelatihan. Selain itu, standar pelayanan dapat membantu dalam penentuan kebutuhan operasional untuk penerapannya, misalnya kebutuhan pengorganisasian, mekanisme, peralatan dan obat yang diperlukan (Yanti dan Eko, 2010).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd