STRATEGI PENGEMBANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

Posted on : Desember 26, 2016 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |
DEVELOPMENT STRATEGY OF REGIONAL WATER COMPANY CITY 
ABSTRACT
This study aims to find out efforts to formulate strategies that can be done by the City PDAM Bengkulu in order to address the needs of the raw water. This type of study is a descriptive. Population this study were all employees of to 55 people. The sample were drawn by the census method. Data analysis techniques used in this research is descriptive analysis, using the SWOT analysis method. Results of the SWOT analysis of Water Supplies in Quadrant III with the cooperation of the Weaknnes Oportunity strategy of local government in terms of funding and coordination central government, Establish cooperation with the privatesector in terms of funding to improve kbocoran leakage, improve customer satisfaction providing service and equalization of PDAM tarifs. The Recommendations given strategy is change strategy which means that the organization is recommended to change the previous strategy. There fore, the strategy is long feared is difficult to capture opportunities organizational performance. For that starategito do that is: to improve quality services provided to society by repairing leak sthat have become current distribution customers, establish cooperation with local governments able contribute funding, cooperation with private sector, coordinating to the central government in fulfilling kebutahan raw water, both its management and its management systems and existing tariffs penyesuaikan standards and to improve the performance of directors of taps.
Keywords: Raw Water, SWOT Analysis, Strategy
 
RINGKASAN
Dari 23.586 pelanggan PDAM Kota Bengkulu, 60% nya adalah untuk kebutuhan rumah tangga, dan 40% nya lagi untuk kebutuhan restoran atau rumah makan, hotel, perkantoran, dan pelanggan lainnya. Pelanggan PDAM Kota Bengkulu ini, dilayani oleh dua instalasi pengolahan air yang berlokasi di Kecamatan Sungai Serut yang airnya berasal dari Air/Sungai Bengkulu dengan kapasitas produksi 100 liter per-detik dan instalasi di Kecamatan Sukaraja yang airnya berasal dari Air/Sungai Nelas dengan kapasitas produksi 200 liter per-detik.
Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya untuk merumuskan strategi yang dapat dilakukan oleh PDAM Kota Bengkulu dalam rangka mengatasi pemenuhan kebutuhan air baku. Jenis penelitian yang digunakan adalah berupa penelitian deskriptif.  Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi; data Sekunder dan data Primer.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PDAM kota Bengkulu yang berjumlah 55 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode sensus yaitu semua anggota populasi diambil sebagai sampel, sehingga semua populasi di jadikan sampel penelitian. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dengan menggunakan metode analisis SWOT, yakni suatu metode yang menganalisis faktor-faktor yang dimiliki oleh organisasi. Analisis SWOT dilakukan yang menghasilkan faktor-faktor internal Kekuatan dan Kelamahan dan eksternal Peluang dan Ancaman, maka berdasarkan hasil tersebut digunakan untuk menentukan strategi-strategi, yaitu: Strategi SO dengan mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk mengambil manfaat dari peluang (O) yang ada, Strategi WO yaitu mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan peluang (O) untuk mengatasi kelemahan (W) yang adaStrategi ST yaitu dengan mengembangkan suatu strategi dalam memanfaatkan kekuatan (S) untuk menghindari ancaman (T), dan Strategi WT yaitu dengan mengembangkan suatu strategi dalam mengurangi kelemahan (W) dan menghindari ancaman (T). Analisis data penelitian dengan menggunakan metode SWOT ini melalui Matrik Analisis Internal (IFE) dan Analisis Eksternal (EFE),  serta dilanjutkan dengan analisis Matrik Internal-Eksternal (I-E), dengan tujuan menjawab permasalahan tentang analisis kebutuhan air baku di wilayah kerja PDAM Kota Bengkulu.         Analisis dengan menggunakan Matrik Analisis Internal (IFE) dan Matrik Analisis Eksternal (EFE), serta Matrik Internal Eksternal (I-E), maka akan diketahui Total Nilai Bobot (TNB) dari masing-masing faktor.
Dari hasil analisis SWOT strategi pengembangan PDAM berada di Kuadran III dengan strategi WO Menjalin kerjasama dengan Pemerintah daerah dalam hal bantuan pendanaan dan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, Menjalin kerja sama dengan sektor swasta dalam hal pendanaan untuk  memperbaiki kbocoran-kebocoran yang terjadi, meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan pelayanan yang prima, dan Penyetaraan tarif PDAM. Posisi ini menandakan sebuah organisasi yang lemah namun sangat berpeluang. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah organisasi disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya. Sebab, strategi yang lama dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap peluang yang ada sekaligus memperbaiki kinerja organisasi. Untuk itu starategi yang dapat dilakukan yaitu: meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dengan memperbaiki kebocoran-kebocoran yang ada pendistribusian kepada pelanggan menjadi lancar, menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah untuk dapat memberikan kontribusi pendanaan, menjalain kerjasama dengan sektor swasta lainnya perlu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan, melakukan koordinasi kepada pemerintah pusat dalam pemenuhan kebutahan air baku, baik itu pengelolaannya dan sistem pengelolaanya serta penyesuaikan biaya tarif yang ada sesuai standar serta meningkatkan kinerja direksi PDAM.
Kata Kunci: Air Baku, Analisis SWOT, Strategi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd