HUBUNGAN KONTRASEPSI SUNTIK DEPO PROGESTIN DENGAN KEJADIAN AMENORE PADA AKSEPTOR

Posted on : Desember 27, 2016 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

ABSTRAK

Salah satu kontrasepsi yang populer di Indonesia adalah kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik yang digunakan adalah Noretisteron Enentat (NETEN), Depo Medroksi Progesteron Acetat (DMPA) dan Cyclofem. Data Kecamatan tahun 2007 jumlah PUS tertinggi di Wilayah Kecamatan Gading Cempaka yaitu sebanyak  12.064 dan pemakaian kontrasepsi suntik tertinggi di Puskesmas Lingkar Barat berjumlah 5.048 orang, dari survey yang dilakukan tingginya kejadian amenore terhadap pemakaian kontrasepsi suntik depo progestin dengan kejadian amenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrasepsi suntik depo progestin dengan kejadian amenore.

Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu akseptor kontrasepsi suntik dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Sedangkan pengambilan data sekunder dari register Puskesmas Lingkar Barat Tahun 2007 dan data primer menggunakan chek list. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat.

Hasil penelitian dari 96 responden akseptor yang menggunakan kontrasepsi suntik Depo Progestin sebanyak 89,6% dan yang mengalami amenore sebanyak 91,7%. Hasil analisis uji statistik chi-square didapat nilai X2=46.924 dengan p=0.000<0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara kontrasepsi suntik depo progestin dengan amenore.

Kata Kunci: kontrasepsi suntik, depo progestin, amenore

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd