HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU PARTURIEN PADA KALA IV DENGAN KEJADIAN ATONIA UTERI

Posted on : Desember 27, 2016 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

ABSTRAK

Data ruang C1 kebidanan RSUD Dr. M. Yunus tahun 2007 terdapat 1.151 persalinan dan sebanyak  55 (4,77%)  ibu  mengalami atonia uteri, sedangkan tahun 2008 terdapat sebanyak 1.062  persalinan dan  sebanyak 70 (6,59%) ibu mengalami atonia uteri.  Adapun masalah dari penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan usia  dengan kejadian atonia uteri di ruang C1 Kebidanan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu.

Desain penelitian adalah bersifat analitik dengan pendekatan cross sectonal. Penelitian ini akan dilaksanakan pada ruang C1 Kebidanan pada tanggal 19 Mei – 29 Juni 2009. Populasi ibu yang melahirkan pervaginam di ruang C1 Kebidanan berjumlah 1634 orang periode bulan Januari – Desember 2008. Sampel diambil sebesar 327 ibu yang melahirkan. Tehnik pengambilan sampel random sampling dengan cara acak sistematis. Analisa Data disajikan melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi square

Analisis univariat didapat kurang dari separuh paritas ibu multipara sebesar 122 (37.3%), kurang dari separuh usia ibu 20-35 tahun sebesar 118 (36.1%), dan frekuensi tertinggi ibu post partum tidak mengalami atonia uteri 286 (87.5%). Sedangkan analisis bivariat dengan uji statistik didapat nilai X2=15.411 dan p=0,000≤0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan Atonia Uteri. Uji statistik didapat nilai X2=7.379 dan p=0,025≤0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara usia dengan atonia uteri.

Diharapkan dapat menjadi pedoman atau acuan petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama pelayanan persalinan yang berugungan dengan perdarahan atonia uteri.

Kata Kunci: paritas, usia, atonia uteri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd