ROLE CONFLICT AND ROLE AMBIGUITY

Posted on : Desember 29, 2016 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |

RINGKASAN

Hasil wawancara dengan Kepala Seksi Anglur, ia dibebankan beberapa tugas dan tanggung  jawab. Sehingga pekerjaan selesainya tidak tepat waktu dan melebihi batas waktu jam kerja, ini salah indikasi adanya konflik peran pada karyawan Bulog. Wawancara 2 orang staf dalam menjalankan tugas/perannya sering berbeda dengan apa yang mereka harapkan, sehingga merasa berat menjalankan pekerjaan nya, dan banyaknya tugas yang harus dikerjakan sehingga tidak dapat menjalankan pekerjaan tersebut secara baik dan efisien. Observasi di Perusahaan Umum Bulog terlihat banyak karyawan pada saat jam kantor, mereka mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dan tidak berhubungan dengan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat role conflict dan role ambiguity pada Karyawan Perum Bulog Divisi Regional Bengkulu.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.  Populasi penelitian ini seluruh karyawan Perum Bulog Regional Bengkulu berjumlah 47 orang  diambil menggunakan metode sensus dengan menggunakan kuesioner dan dilakukan wawancara terhadap 4 orang pegawai untuk mendukung hasil penelitian. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan pada Perum Bulog Divisi Regional Bengkulu terjadi role conflict dengan katagori tinggi yang disebabkan oleh terjadinya penundaan pekerjaan, adanya karyawan merangkap dua jabatan, hasil pekerjaan bertentangan antara kedua atasan, perintah yang bertentangan antara ketiga atasan, dan karyawan tidak mematuhi perintah atasan yang satu dikarenakan  melaksanakan perintah atasan yang lain dan terjadi role ambiguity dengan katagori sedang yang disebabkan sebagian besar karyawan dalam bekerja tidak memahami tugas pokok dan fungsinya dan sebagian besar karyawan tidak memiliki wewenang penuh dalam melaksanakan pekerjaannya.

Bagi Pimpinan Perum Bulog Divisi Regional Bengkulu diharapkan dapat membagi tugas secara merata untuk menghindari rangkap jabatan, sesama pimpinan diharapkan dapat berkoordinasi mengenai hasil pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan, dan bagi karyawan diharapkan dapat mempelajari dan memahami Tupoksi dari pekerjaannya serta dapat memahami perannya dalam melaksanakan pekerjaan.

Kata Kunci:  Role Conflict, Role Ambiguity 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd