Kecanduan Internet

Posted on : Januari 2, 2017 | post in : TEORI ADMINISTRASI,TEORI SOSIAL |Leave a reply |

Kecanduan atau ketagihan adalah tubuh dan fikiran kita dengan parahnya menginginkan atau memerlukan sesuatu agar bekerja dengan baik. Kecanduan juga bisa dipandang sebagai keterlibatan terus-menerus dengan sebuah zat atau aktivitas meskipun hal-hal tersebut mengakibatkan konsekuensi negatif. Kenikmatan dan kepuasanlah yang pada awalnya dicari, namun perlu keterlibatan selama beberapa waktu dengan zat atau aktivitas itu agar seseorang merasa normaL (Jean,  et.al 2008).

1.1.1        Jenis Kecanduan Internet

                 Menurut Weaver (2002) kecanduan internet secara umum dapat digolongkan dalam 5 (lima) jenis :

  1. Kecanduan terhadap situs porno : situs porno biasanya terang-terangan, bisa muncul di manapun, mudah diakses, kadang-kadang gratis. Hindari apalagi jika anak anda sedang dalam periode kematangan seksual (puber remaja).
  2. Kecanduan terhadap situs ‘gaul’ : adalah umum jika seorang anak/remaja dalam memperluas pergaulannya kemudian memanfaatkan internet untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.
  3. Kecanduan terhadap situs belanja : belanja, jual- beli atau berjudi melalui internet merupakan jebakan bagi segala umur.
  4. Kecanduan terhadap Informasi yang berlebihan : ‘surfing’ informasi yang berlebihan tanpa tujuan yang jelas.
  5. Kecanduan terhadap ‘game on line’ : dengan kemampuan untuk berhubungan dengan siapa saja/dimana saja secara maya, pengalaman bermain ‘game on line’ membuat seseorang menjadi tidak peka.

1.1.2        Penyebab Kecanduan Internet

                Penyebab Kecanduan Internet pada anak- anak menurut Weaver (2002) adalah sebagai berikut:

  1. Mencari kesenangan : Anak-anak menyukai pengalaman baru dan menantang. Di dalam internet ini banyak sekali hal yang baru & menarik mudah di capainya.
  2. Memiliki ambisi yang tinggi : Anak-anak memiliki keinginan yang tinggi untuk menunjukkan prestasinya, dan ingin memanjakan dirinya dengan benda-bendayang menurutnya penting. Mereka akan berusaha keras untuk menjadi sempurna.
  3. Gagal dalam kehidupan nyata : Anak-anak yang memiliki ambisi yang tinggi cenderung takut gagal. Jika seseorang sukses di bidang tertentu (misalnya bidang akademis), ia cenderung ingin sukses dalam hal lain pula.
  4. Intelektualitas tinggi : Anak-anak yang kecanduan internet biasanya memiliki tingkat inteligensi di atas rata-rata dan mereka menyadari akan kepandaian dan kemampuannya. Hal ini membuat terjadinya keinginan untuk mencapai prestasi akademik yang tidak masuk akal.
  5. Kurangnya Perhatian dari Orang Tua : Problem dari rumah tangganya, Tidak ada waktunya orang tua karena sibuk kerja, perceraian antar orang tua.

1.1.3        Kriteria Kecanduan Internet

              Sesorang untuk dapat dikatakan kecanduan internet, menunjukkan perilaku-perilaku tertentu. Beberapa                    kriteria-kriteria kecanduan internet adalah: (Taylor, C.Z, 2002). 

  1. Merasa keasyikan dengan internet
  2. Perlu waktu tambahan dalam mencapai kepuasan sewaktu menggunakan internet.
  3. Tidak mampu mengontrol, mengurangi atau menghentikan penggunaan internet
  4. Merasa gelisah, murung, depresi, atau lekas marah ketika berusaha mengurangi atau menghentikan penggunaan internet.
  5. Mengakses internet lebih lama dari yang diharapkan.
  6.  Kehilangan orang-orang terdekat, pekerjaan, kesempatan pendidikan, atau karier gara-gara penggunaan internet.
  7. Membohongi keluarga, terapis, atau orang-orang terdekat untuk menyembunyikan keterlibatan lebih jauh dengan internet.
  8. Menggunakan internet sebagai jalan keluar mengatasi masalah atau menghilangkan perasaan seperti keadaan tidak berdaya, rasa bersalah, kegelisahan, atau depresi.

            Weaver (2002) menyatakan bahwa gejala dari kecanduan internet :

  1. Keasyikan dengan internet dan selalu memikirkannya selagi off-line (internet preocupation)
  2. selalu menambah waktu online
  3. Tidak mampu untuk mengontrol pengeluaran internet.
  4. Lekas marah dan gelisah bila tidak sedang online.
  5. Menggunakan internet sebagai pelarian dari masalah.
  6. Membohongi keluarga atau teman mengenai jumlah waktu yang digunakan untuk online.
  7. Kehilangan teman, pekerjaan, ataupun kesempatan pendidikan dan karier karena penggunaan internet.
  8. Terus menggunakan internet walaupun dana untuk online menipis.
  9. Depresi, kemurungan, kegelisahan, dan kecemasan meningkat jika tidak menggunakan internet.
  10. Mengalami gangguan tidur atau perubahan pola tidur karena penggunaan internet.
  11. Merasa bersalah dan penyesalan yang dalam akibat penggunaan internet.

1.1.4        Dampak Kecanduan Internet

                Kecanduan komputer dan internet memberikan beberapa dampak langsung atau tidak langsung kepada                     individu, namun dampak tersebut sifatnya sangat variatif antar satu personal dengan personal yang lain                    (Taylor, C.Z, 2002). 

  1. Makan menjadi tidak teratur, Bermain internet berjam-jam menimbulkan keasyikan tersendiri, perasaan senang secara berlebihan membuat seseorang menunda makan, atau makan menjadi tidak teratur.
  2. Tidur menjadi tidak teratur, Bermain internet melebih 8 jam dalam sehari akan menyita banyak waktu, apalagi bila waktu online di mulai malam hari akan menyita waktu tidur.
  3. Kelelahan fisik, Bermain internet dan komputer beberapa jam akan menimbulkan kelelahan, apalagi bila melebihi 8 jam setiap harinya. Beberapa penelitian mengenai pengaruh komputer terhadap kesehatan secara berlebihan masih dalam penelitian lebih lanjut, sakit kepala, kelelahan pada mata, sakit pada sendi tangan, pegal, dsb merupakan keluhan-keluhan yang sering ditemukan pada pengguna komputer. Gangguan ini sering disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS).
  4. Kegagalan dalam mengatur waktu, Banyak individu yang teradiktif mengatakan akan bermain online hanya sebentar saja, namun mereka justru online sampai beberapa jam atau hampir setengah hari, akibatnya banyak waktu yang terbuang, sementara beberapa pekerjaan lain yang semestinya dapat selesai dikerjakan akan terpakai untuk menggunakan komputer.
  5. Kegagalan dalam menyelesaikan tugas, Banyak individu yang menggunakan fasilitas kantor untuk mengakses website yang sebenarnya tidak berhubungan dengan pekerjaannya selama jam kantor, akibatnya banyak pekerjaan menjadi tertangguhkan atau dikerjakan secara tidak maksimal karena waktu terpakai lebih banyak dalam menggunakan internet.
  6. Kegagalan dalam pendidikan atau pekerjaan, beberapa laporan menyebutkan bahwa internet adiktif telah membuat beberapa mahasiswa gagal dalam memperoleh nilai yang memuaskan, beberapa diantaranya gagal samasekali, sama halnya dengan karyawan, penurunan produktivitas kerja membuat beberapa diantara mengalami PHK.
  7. Kegagalan dalam perkawinan atau menjalin hubungan, penggunaan internet tanpa batas waktu menjadi ancaman retaknya sebuah hubungan, bagaimana tidak, beberapa individu lebih tertarik dengan dunia maya dibandingkan menjalin hubungan yang nyata dengan pasangannya. Beberapa laporan menyebutkan bahwa penyebab retaknya sebuah hubungan disebabkan pasangan yang lebih asyik mendownload atau mengakses situs porno sementara pasangan tidur sendirian
  8. Gangguan psikologis, adanya gangguan kejiwaan pada individu yang teradiktif internet, sebagai internet delusion. Perilaku ini seperti gangguan delusi pada umumnya, individu seperti merasa dimatai-matai, berbicara sendiri menyangkut internet, pikiran yang tenggelam dengan dunia maya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd