FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MIOMA UTERI

Posted on : Januari 3, 2017 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |
ABSTRACT
Myoma uteri are benign tumors that have a clinical effect in suppressing the surrounding organs during myomas, uterine bleeding resulting in anemia, shock hipopolemik, pregnancy-related problems such as infertility, recurrent miscarriage, and retained placenta. The problem in this study was the high incidence of myoma uteri. This study aims to know the relationship kb hormonal use, obesity, age of menarche, maternal age, and parity with the incidence of myoma uteri and knows the most dominant variable associated with myoma uteri kejadinya.
Type of study is an analytic survey with case-control approach. The population in this study all gynecologic cases numbered 3609 people, 248 person sample group of cases with a control group of 124 respondents 124 respondents taken by systematic random sampling.
The results of the study, no association between hormonal contraceptive use with the incidence of myoma uteri p-value = 0.000 <α 0.05, there is a relationship between maternal age with the incidence of myoma uteri p-value = 0.000 <α 0.05, and there is a relationship between age at menarche myoma uteri incident p-value = 0.000 <α 0.05. The results showed no association between obesity and the incidence of myoma uteri p-value = 0.125 <α 0.05 and there is no relationship between the incidence of myoma uteri parity p-value = 0.294 <α 0.05 and manarche age is the most dominant factor affecting the myoma uteri obstetrics clinic dr. M. Yunus Bengkulu in 2011 with a value of OR 13 623.
It is suggested that health workers should be able to provide counseling to WUS on myoma uteri risk factors, such as avoidance of hormonal contraceptive use and maintain ideal body weight in order to stay.
Keywords: Contraception, obesity, age of menarche, maternal age, parity, myoma uteri
ABSTRAK
Mioma uteri merupakan tumor jinak yang mempunyai efek klinis berupa penekanan masa mioma terhadap organ sekitarnya, terjadi perdarahan  uterus yang mengakibatkan anemia, syok hipopolemik, masalah yang berkaitan dengan kehamilan seperti infertil, abortus berulang, dan retensio placenta. Masalah dalam penelitian ini masih tingginya angka kejadian mioma uteri.  Penelitian ini bertujuan diketahuinya hubungan penggunaan kb hormonal, obesitas, usia menarche,  usia ibu, dan paritas dengan kejadian mioma uteri serta diketahuinyavariabel yang paling dominan yang berhubungan dengan kejadinya mioma uteri.
Jenis Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini seluruh kasus ginekologi berjumlah 3.609 orang, sampel penelitian 248 orang kelompok kasus 124 responden dengan kelompok kontrol 124 responden diambil secara systematic random sampling.
Hasil penelitian, ada hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan kejadian mioma uteri nilai p=0,000 < α 0,05, ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian mioma uteri nilai p=0,000 < α 0,05, dan ada hubungan antara usia menarche dengan kejadian mioma uteri nilai p=0,000 < α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara obesitas dengan kejadian mioma uteri nilai p=0,125 < α 0,05 dan tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian mioma uteri nilai p=0,294 < α 0,05 serta usia manarche merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi mioma uteri poliklinik kebidanan RSUD dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2011 dengan nilai OR 13.623.
Disarankan kepada petugas kesehatan hendaknya mampu memberikan konseling kepada WUS tentang faktor resiko terjadinya mioma uteri, seperti menghindari penggunaan KB hormonal dan menjaga berat badan agar tetap ideal.
Kata Kunci: Kontrasepsi, obesitas, usia menarche, usia ibu, paritas, mioma uteri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd