HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS

Posted on : Januari 3, 2017 | post in : HASIL PENELITIAN |Leave a reply |
INTISARI
Latar Belakang: Setiap menitnya 1 orang wanita meninggal karena komplikasi kehamilan dan persalinan. Salah satu penyebabnya adalah abortus. Dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh berbagai pakar, jarak kehamilan yang terlalu dekat menyebabkan kejadian abortus. Meningkatnya angka kejadian abortus di Rejang Lebong (79,1%) ini menunjukkan bahwa Ibu hamil dengan resiko tinggi semakin terlihat jelas.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan jarak kehamilan terhadap kejadian abortus di RSUD Curup tahun 2006.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain Case Control dengan studi dokumentasi, sampel pada penelitian ini adalah semua status Ibu yang bersalin di RSUD Curup periode Januari-Desember 2005 sampai dengan Januari-Maret 2006 dengan jumlah sampel 118 untuk kasus (abortus) dan 118 untuk kontrol (persalinan normal). Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Dari 236 status responden yang bersalin di RSUD Curup tahun 2006 yang memiliki jarak kehamilan ≤ mean (4,2 tahun) pada kasus abortus sebanyak 72 orang (61,0%) dan pada persalinan normal sebanyak 71 orang (60,2%). Sedangkan yang memiliki jarak kehamilan > mean (4,2 tahun) pada kasus abortus sebanyak 46 orang (39,0%) dan pada persalinan normal 47 orang (39,8%). Tidak ada hubungan yang bermakna (signifikan) antara jarak kehamilan dengan kejadian abortus di RSUD Curup tahun 2006 dengan X2 hitung = 0,018 dan X2 tabel = 3,841, berarti Ha ditolak, OR=1,036.
Diskusi: Dapat memberikan informasi bahwa jarak kehamilan beresiko terhadap kejadian abortus.
Kata Kunci: Abortus, Jarak kehamilan, Ibu-ibu
ABSTRACT
Background: Every minutes, a woman die cause of partus and pregnant complication. One of the caused is abortus. From many research doing by several experts, pregnant interval that too close can cause abortus happening. This increase of abortus happening in Rejang Lebong (79,1%) indicate the pregnant mother with high risk clearly showed.
Target: To know about correlation between pregnant interval toward abortus happenning in Curup region hospital in 2006.
Methods: This research use Case control design with documentation study. Sample in this research is all medical record status mother who bear a child in Curup region hospital along periode from January – December 2005 to January – March 2006 with sample count 118 belong to case (abortus) and 118 belong to control (normal status). Statistic test in this research use Chi-Square test.
Result: From 236 medical record status mother who bear a child in Curup region in 2006 who have pregnant  interval ≤ mean (4,2 years) in abortus case counted 46 people (39,0%) and in normal partus counted 71 people (60,2%). Where as they who have pregnant interval > mean (4,2 years) in abortus case counted 46 people (39,0%) and in normal partus 47 people (39,8%). There is not significance relation between pregnant interval with abortus happening in Curup region hospital  in 2006 with X2 count = 0,018 and X2 table = 3,841. Its mean that Ha rejected, OR = 1,036.
Discussion: Can give information that pregnant interval have risk toward abortus happening.

 

Key Word: Abortus, Pregnant interval, Mothers. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme Designed Bymarksitbd