ANALYSIS OF INTERNAL EFFICIENCY EDUCATION LOOKED IT FROM INPUT QUANTITY OUTPUT

Posted on : Januari 2, 2017 | post in : TEORI PENDIDIKAN |Leave a reply |

ABSTRACT In general the objective of this research was describe deducation al internal efficiency at  the level of   SMP/MTs  and  SMA/SMK/MA (Junior  High  School/Madrasah Tsanawiyah and Senior High School/Vocational School/Madrasah Aliyah) at Seluma district. The specific objective this research was to knowa) time rateneeded by students  to  get  through  their study)  the  internal  efficiency  of […]

PERMAINAN DAN PERILAKU BERMAIN ANAK

Posted on : Januari 1, 2017 | post in : TEORI PENDIDIKAN |Leave a reply |

Bermain adalah tindakan atau kesibukan suka rela yang dilakukan dalam batas – batas tempat dan waktu, berdasarkan atuan – aturan yang mengikat tetapi diakui secara sukarela dengan tujuan yang ada dalam dirinya sendiri, disertai dengan perasaan tegang dan senang serta dengan pengertian bahwa bermain merupakan suatu yang lain dari biasa. Dengan bermain anak memenuhi kepuasan […]

Gangguan Bahasa dan Hakekat Bahasa Ekspresif

Posted on : Februari 5, 2016 | post in : TEORI PENDIDIKAN |Leave a reply |

A.Pengertian Gangguan Bahasa Menurut Soetjiningsih (1995) gangguan bahasa merupakan keterlambatan dalam sektor bahasa yang dialami oleh seorang anak. Kemampuan berbahasa merupakan suatu indikator seluruh perkembangan anak. Jika seorang anak tidak mampu berbicara maka dapat menimbulkan kesulitan dalam berkomunikasi dan mengungkapkan perasaannya kelak.  Dalam artikel “Frequently Asked Question”, Jeniffer Fusco (2002) mengungkapkan bahwa gangguan bahasa merupakan […]

Kemampuan Bahasa

Posted on : Februari 5, 2016 | post in : TEORI PENDIDIKAN |Leave a reply |

Pengertian Bahasa Pengertian bahasa menurut  (Depdiknas, 2005:3) Bahasa  pada hakekatnya adalah ucapan  pikiran dan perasaan manusia secara teratur yang menggunakan bunyi sebagai alatnya. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Hasan Alwi, 2002:88) bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh  anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan  mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan atau perkataan […]

Model Pembelajaran Kooperatif

Posted on : Januari 29, 2016 | post in : TEORI PENDIDIKAN |Leave a reply |

Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang didasarkan pada alasan bahwa manusia sebagai makhluk individu yang berbeda satu sama lain sehingga konsekuensi logisnya manusia harus menjadi makhluk sosial, makhluk yang berinteraksi dengan sesama (Nurhadi 2003: 60). Pembelaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama di antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.(Rusman2014: 218) Abdurrahman dan Bintoro  (dalam […]

Aktivitas Belajar

Posted on : Desember 4, 2015 | post in : TEORI PENDIDIKAN |2 Replies |

Aktivitas Belajar Dalam kegiatan belajar Sardiman (2008:96) berpendapat aktivitas belajar ialah “Bahwa anak-anak yang memiliki tenaga-tenaga untuk berkembang sendiri, membentuk sendiri dimana pendidik akan berperan sebagai pembimbing dan mengamati bagaimana perkembangan anak didiknya”. Hal ini memberikan pengertian bahwa lebih baik banyak melakukan aktivitas didalam pembentukan diri dalam anak itu sendiri, sedangkan pendidik memberikan bimbingan dan […]

Media Gambar Berseri

Posted on : Desember 4, 2015 | post in : TEORI PENDIDIKAN |Leave a reply |

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Gerlach dan Elly (dalam Arsyad 2003: 3) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa media sangat penting dalam proses pembelajaran […]

Kemampuan Menulis

Posted on : Desember 4, 2015 | post in : TEORI PENDIDIKAN |Leave a reply |

Widyamartaya (2002:5) menyatakan bahwa mengarang atau menulis adalah kegiatan yang kompleks. Mengarang dapat kita pahami sebagai suatu rangkaian kegiatan seseorang mengungkakan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami tepat seperti yang dimasudkan pengarang. Menurut Wiyanto (2004:1-2) mengemukan bahwa menulis mempunyai dua kegiatan yaitu: Kegiatan  yang  pertama  adalah mengubah  bunyi  yang  dapat didengar menjadi tanda-tanda yang dapat dilihat Kegiatan mengungkapkan  gagasan  secara tertulis.  Orangyang melakukan kegiatan […]

Theme Designed Bymarksitbd